Headline

Isu Joki Beredar, Panitia Bilang Hoax

BKM/CHAIRIL PENYANDANG DIFABEL-Seorang penyandang difabel (tuna netra) mengikuti SBMPTN di kampus UNM, Selasa (16/5). Rektor UNM, Prof Husain Syam menemui langsung peserta ujian ini.

MAKASSAR, BKM — Isu praktik perjokian mewarnai pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2017, Selasa (16/5). Namun setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut tidak benar adanya.
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu turun langsung memantau pelaksanaan ujian di sejumlah ruangan dalam kampus Unhas, kemarin. Hal serupa dilakukan Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Husain Syam.
”Pemantauan ini kita lakukan untuk memastikan pelaksanaan SBMPTN berjalan sesuai prosedur,” kata Prof Dwia. Dari kampus Unhas Tamalanrea, rombongan Rektor Unhas mendatangi ruang ujian di SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 17 Makassar.
Menanggapi soal adanya aksi perjokian di sejumlah lokasi ujian, seperti SMP Negeri 36, SMA Negeri 16 dan SMK Wahyu, Ketua Panitia SBMPTN 2017 Panlok 82 Makassar, Ishaq Rahman menyatakan isu tersebut hoax.
Dia beralasan, pemantauan yang dilaksanakan hingga sore hari kemarin, tidak ditemukan adanya aksi joki selama ujian berlangsung. Menurutnya, isu tersebut muncul karena tindakan pengawas yang bertindak tegas. Mereka menyita seluruh alat komunikasi para peserta dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.
”Termasuk di sekolah yang disebutkan itu. Banyak sekali peserta yang membawa alat komunikasi. Semuanya disita oleh pengawas. Ini memang sudah diinstruksikan agar pengawasan lebih ketat dibanding tahun sebelumnya,” terang Ishak.
Pelaksanaan SBMPTN di sektor UNM berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti yang menyebabkan terkendalanya ujian.
Di beberapa sektor kampus, seperti di Gunung Sari dan Parangtambung terlihat ada beberapa peserta yang terlambat datang. Meski begitu, mereka masih diperbolehkan masuk karena dianggap tidak mengganggu pelaksanaan ujian.
Pengamananpun terlihat sangat ketat. Tidak sembarang orang yang bisa memasuki area kampus. Termasuk wartawan. Mereka harus terlebih dahulu meminta izin untuk dapat memantau pelaksanaan SBMPTN.
Sementara di sektor Gunung Sari, pengamanannya terlihat agak longgar. Dari pantauan BKM, terlihat beberapa mahasiswa masih bisa lalulalang di depan ruang ujian.
Di beberapa ruangan terlihat ada peserta panyandang difabel yang mengiuti ujian. Untuk peserta difabel, Rektor UNM, Prof Husain Syam mengatakan, jika lulus nantinya akan diberikan fasilitas dan diajar oleh dosen khusus. Selain itu, juga akan diberikan beasiswa kepada mereka.
Insiden kecil terjadi di ruang ujian SMAN 13 Makassar. Lampu di sekolah tersebut sempat mati beberapa saat.
Menurut Husain, walaupun penerangannya tidak layak, namun hal tersebut tidak mengganggu para peserta. Meski begitu, dia memberi peringatan kepada pihak sekolah agar memperbaki penerangan, jika tahun berikutnya sekolah ini masih ingin dipakai sebagai tempat ujian. “Walaupun bagi peserta itu tidak mengganggu, tapi bagi saya penerangannya memang kurang. Saya sudah memberitahukan ke pihak sekolah jika ingin dipakai lagi, mereka harus memperbaiki penerangannya,” kata Husain.
Di UNM sendiri, peminat terbanyak adalah prodi manajemen dengan total 3.123 pendaftar. Disusul oleh prodi Penddikan Teknik Informatika dan Komputer dengan 2.580 pendaftar. Pendidikan Guru Sekolah Dasar di urutan ke tiga dengan 2.180 pendaftar. (ita-nug/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top