Anjing Pelacak Endus Dua Napi di Hutan – Berita Kota Makassar
Headline

Anjing Pelacak Endus Dua Napi di Hutan

MAKASSAR, BKM — Tim khusus Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar bergerak cepat. Usai penangkapan Rizal Budiman oleh personel gabungan di Pos Sekat Tinombala Mauro, Desa Gayatri, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pengembangan kasus langsung dilakukan.
Terpidana seumur hidup yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar, kemarin digiring ke dalam hutan. Ia sempat dititip di sel tahanan Mapolres Luwu Timur, setelah sebelumnya diamankan di Mapolres Poso.
Rizal alias Ical dibawa untuk menunjukkan lokasi persembunyiannya di dalam hutan. Langkah petugas ini menyusul pengakuan Ical, yang berpisah dengan dua rekan sepelariannya di hutan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dihubungi, Selasa (16/5) sore, mengatakan tim khsusus masih membawa Rizal untuk pengembangan. ”Dia (Rizal) dibawa untuk menunjukkan lokasi persembunyiannya saat pertama kali menginjakkan kaki di Palopo. Mereka bertiga sempat bersama-sama menginap di dalam hutan Palopo,” jelas Dicky.
Karena proses pengembangan masih dilakukan, tambah Dicky, tim khusus belum membawa Rizal ke Makassar. Untuk mendukung kerja tim di lapangan, akan dikirim anjing pelacak guna mengendus jejak langkah kaki kedua pelarian yang masih dikejar.
”Keduanya belum meninggalkan wilayah Sulsel. Mereka kemungkinan masih berada di dalam hutan. Poros jalan raya memang tembus dengan hutan. Tim menyebar melakukan penyisiran di dalam hutan,” terang Dicky lagi.
Selain melakukan penyisiran di hutan Palopo, personel juga dikerahkan merazia di jalan raya dan rumah penduduk yang diduga menjadi lokasi persembunyian kedua napi kabur tersebut.
“Kapolda telah mengintruksikan kepada personel untuk melakukan razia di setiap perbatasan. Khususnya terhadap truk, mobil angkutan umum dan kendaraan lainnya. Termasuk di rumah penduduk yang diduga tempat pelarian kedua napi. Jika keduanya tidak mengindahkan proses penangkapan, ya tentu ditembak,” tegas Dicky.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak yang dikonfirmasi, membenarkan adanya seorang napi diamankan di mapolres. ”Benar. Ada satu terpidana yang dititip di sini (Polres Lutim). Hari ini (kemarin) tim dari Resmob Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar akan menjemputnya,” kata Parojahan.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Lapas dan Polda Sulsel untuk menjemput Rizal.
”Napi yang kabur itu telah dijemput pihak kepolisian. Tapi tidak langsung dibawa pulang ke Makassar. Dia dibawa untuk menunjukkan lokasi terakhir ketiganya bersembunyi dan berpisah,” ungkap Sahabuddin, Selasa (16/5).
Informasi yang diterima Salahuddin, kemarin sore, Rizal Sangaji sudah berada di Palopo. Ia dibawa tim khusus Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar ke dalam hutan.
Tim Satreskrim Polres Palopo yang dipimpin Kasat Reksrim Polres Palopo, AKP Andi Rahmat turun melakukan razia setelah mendapat informasi kaburnya tiga dari Lapas Makassar. Apalagi setelah ada pengakuan Rizal bahwa mereka sempat menginap lima malam di hutan dalam wilayah Palopo.
”Setiap hari kita gelar razia dan melakukan pengejaran terhadap dua napi yang masih buron. Khususnya di lokasi yang kami anggap rawan. Termasuk kawasan hutan. Warga kami imbau untuk tidak sembarang menerima tamu yang tak dikenal,” terang Andi Rahmat melalui telepon selularnya, Selasa sore (16/5). (ish-jun-alp/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top