Tiga Napi Nginap Lima Malam di Hutan Palopo – Berita Kota Makassar
Headline

Tiga Napi Nginap Lima Malam di Hutan Palopo

IST DIAMANKAN-Rizal Sangaji alias Ical diamankan di Pos Sekat Tinombala Mauro, Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

MAKASSAR, BKM — Pelarian Rizal Sangaji alias Ical (22) terhenti. Terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan ini berhasil ditangkap, Minggu (14/5) pukul 14.00 Wita.
Sepekan sebelumnya, napi ini kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Ia tak sendirian. Melainkan bersama dua orang rekannya. Masing-masing Muh Tajrul Kilbaren alias Arun (31) yang juga terpidana seumur hidup, dan Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo (34), seorang terpidana mati.
Penangkapan Ical tidak dilakukan tim yang telah dibentuk untuk melakukan pengejaran. Melainkan oleh anggota Pos Sekat Tinombala Mauro. Lokasi penangkapan di jalan trans Sulawesi. Tepatnya di Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Napi yang beralamat di Jalan Apo Bengkel, dekat gudang Wijaya, Jayapura Utara Kota itu diamankan tanpa perlawanan sama sekali. Ia kemudian diamankan di Pos TNI Sekat Tinombala Mauro, Desa Gayatri.
Kepala Penerangan Kodam XIV/Hasanuddin, Kol Inf Alamsyah, Senin (15/5) mengkonfirmasi kebenaran penangkapan satu orang napi yang kabur dari Lapas Makassar itu. Ia mengaku telah menerima informasi dari anggota TNI yang berada di Pos Sekat Tinombala Mauro, Desa Gayatri.
”Iya. saya sudah dapat informasinya. Salah seorang napi yang kabur dari Lapas Gunung Sari, Makassar telah diamankan anggota kami yang sedang bertugas dalam operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah,” terang Alamsyah.
Menurut Alamsyah, Rizal ditangkap ketika baru saja tiba di Poso dengan menumpang sebuah mobil truk. Selanjutnya ia berjalan kaki. Karena lelah, Ical singgah untuk beristirahat.
Tak lama kemudian, datang anggota TNI dari Pos Sekat Tinombala Mauro. Rizal diminta untuk memperlihatkan identitasnya. Namun, ia tak bisa memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP) ataupun yang lainnya. Ia juga kebingungan ketika ditanya arah tujuannya.
”Dia kemudian berkata jujur. Dirinya adalah napi dari Lapas Makassar yang kabur,” terang Alamsyah.
Pengakuan Ical lainnya kepada personel TNI, tambah Alamsyah, pada hari Minggu (7/5) sekitar pukul 02.00 Wita ia kabur dari lapas dengan cara memotong terali besi menggunakan gergaji besi. Selanjutnya menumpang truk menuju Kota Palopo.
“Jadi, sewaktu mereka bertiga kabur dari lapas, langsung ke Palopo. Kemudian menginap di dalam hutan Palopo selama lima hari. Sampai hari Jumat (12/5). Keesokan harinya, Sabtu (13/5), Rizal meningalkan kedua rekannya. Ia kemudian berjalan kaki menyusuri jalan trans Sulawesi selama satu hari. Pukul 19.00 Wita, ia mencegat mobil truk dan menumpangnya ke Poso,” jelas Alamsyah.
Besoknya, Minggu (14/5) sekitar pukul 07.00 Wita, Rizal yang menumpangi mobil truk turun di pertigaan Ratulene. Selanjutnya berjalan kaki ke arah Poso Pesisir Utara. Beberapa kali ia singgah di pinggir jalan untuk istirahat karena kelelahan.
Pukul 14.00 Wita, saat tengah beristirahat, Rizal didatangi petugas Brimob dan TNI yang tergabung dalam Satgas 2 Ops Tinombala. Mereka tengah melakukan operasi di wilayahnya. Diapun ditangkap karena tak bisa memperlihatkan kartu identitas.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi juga membenarkan tertangkapnya Rizal. ”Saat ini (Rizal) diamankan di Polres Poso. Tim khusus polda dan Polrestabes Makassar menuju Poso untuk menjemputnya,” terang Dicky, kemarin.
Khusus dua napi lainnya yang kabur, Dicky mengatakan, masih dalam pengejaran. Polisi pun telah mengantongi pengakuan Rizal, yang sempat bermalam selama lima malam di dalam hutan Palopo. Selanjutnya mereka berpisah.
Ketika menangkap Rizal, Satgas Tinombala mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya kartu HP. Satu buah kartu memori. Enam korek api. 11 pisau silet. Satu botol air mineral, serta dua bungkus rokok.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pihak Lapas Poso terkait tertangkapnya Rizal.
”Waktu dikonfirmasi, dicocokkan dengan ciri-cirinya atas nama Rizal Sangaji atau Ical. Tinggi badan sekitar 160 cm. Badan kecil. Memiliki kumis dan jenggot,” terang Sahabuddin.
Selain itu, ada juga tato di lengan tangan kanan yang bergambar abstrak dan bertuliskan Yuli Ichal. Rajah bergambar abstrak juga ada di punggung kanan.
”Pihak Lapas Poso sementara berkoordinasi dengan polisi menunggu langkah selanjutnya. Apakah dititip di polres atau di Lapas Poso, sebelum dibawa kembali ke Makassar,” ungkap Sahabuddin di ruang kerjanya, Senin (15/5).
Ditanya perihasl hasil pemeriksaan tim gabungan terhadap para sipir dan penjaga Lapas Makassar, Sahabuddin Kilkoda mengatakan bahwa BAPnya langsung dibawa oleh tim ke Jakarta.
“Berkasnya belum kami terima. Masih ada di Jakarta. Kami masih menunggu. Kalau ada yang terbukti melakukan pelanggaran, pasti diberi sanksi,” tandasnya. (ish-jun/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top