Headline

SBMPTN Dijaga Empat Lapis Pengawas

MAKASSAR, BKM — Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017/2018 mulai dilaksanakan hari ini, Selasa (16/5). Untuk menghindari terjadinya praktik perjokian, jalannya ujian akan dijaga empat lapis pengawas.
Koordinator Humas Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Makassar, Ishak Rahman menegaskan, pengawasan para peserta ujian di Unhas tahun ini lebih ketat dibanding sebelumnya.
”Untuk tahun ini, ruang ujian yang disiapkan di Unhas sebanyak 1.300 lebih. Total ruangan di panlok 82 yang berada di bawah naungan Unhas sebanyak 2.399. Pengawas yang dilibatkan sebanyak 4.798 orang. Jumlah tersebut di luar tiga tim pengawas lainnya,” terang Ishak, kemarin.
Kepala Humas Unhas ini merinci tentang empat lapis pangawas yang disiapkan. Terdiri dari pengawas ruangan, pengawas lokasi, pengawas umum dan pengawas siaga. Sementara untuk petugas pengamanan, ada ribuan dari kepolisian dan kampus.
”Naskah ujian sudah datang sejak tanggal 13 kemarin. Sudah 99 persen rampung penyalurannya. Siap dibagikan saat ujian ujian. Pengamanan naskah ujian oleh kepolisian dilakukan 24 jam. Kita sudah lakukan sosialisasi kepada para pengawas untuk lebih ekstra mengawasi para peserta ujian,” jelasnya.
Mulai tahun ini, di Makassar hanya ada satu panitia lokal (panlok). Yakni Panlok 28 Makassar. Merupakan penggabungan dari Panlok UNM, Unhas, UIN Alauddin dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Tahun ini, Unhas akan menerima 5.295 mahasiswa pada 60 program studi S1.
“Kemarin hanya 35 persen akan diterima melalui jalur SNMPTN. 35 persen lagi dialokasikan untuk penerimaan melalui jalur SBMPTN. Selebihnya, sekitar 30 persen akan diterima melalui jalur mandiri. Akan ada alokasi 1.853 mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN untuk Unhas,” terang Ishak.
Ada dua model ujian yang dapat dipilih oleh peminat SBMPTN. Yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT). Panlok 82 Makassar menyediakan kuota untuk CBT kurang lebih 900 calon peserta. Masing-masing 500 disediakan oleh Unhas, dan 400 oleh UNM, 200 Peserta UIN Alauddin dan sisanya Unsulbar.
“Sistem CBT akan langsung terdaftar hingga jumlah kuota 900 kursi tes terpenuhi,” sebutnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof Mardan menyatakan, karena saat ini ujian SBMPTN Makassar digabung untuk empat universitas, maka seluruh persiapan dan keamanan diatur oleh panitia.
“Kita serahkan sama panitia saja. Kita punya lima jalur untuk SBMPTN. Yang diterima 422 orang untuk 14 prodi. Sisanya dibuka untuk tiga jalur. Untuk tahun ini kita akan menerima 5.177 mahasiswa,” ujarnya.
Pengamanan di ruang kelas diperkuat dengan dua orang yang mengawasi 20 peserta ujian. Dirinya yakin, dua pengawas sudah cukup untuk mengawasi para peserta.
Wakil Ketua Panlok 82 Makassar yang juga Pembantu Rektor I UNM, Prof Muharram menegaskan, sangat kecil kemungkinan adanya praktik joki di UNM. Alasannya, karena panitia telah melakukan langkah antisipasi.
SBMPTN kali ini di bawah pengawasan yang cukup ketat. Pihak-pihak yang biasanya menjadi joki tidak akan mengetahui siapa pengawas dalam setiap ruangan. Hal ini dikarenakan, biasanya para joki bekerja sama dengan pengawas di lokasi peserta untuk memberikan kunci jawaban dengan mudah.
Pengawas nantinya akan diacak dengan sistem komputer. Akan diketahui pada saat hari pelaksanaan.
“Para pengawas saja sekarang tidak tahu tempatnya. Nanti pada saat hari pelaksanaan baru semua pengawas tahu di mana ia ditempatkan,” kata Muharram.
Selain pengawas, lokasi para peserta juga akan diacak. Jadi walaupun ada dua orang yang mendaftar bersamaan, belum tentu keduanya berada di lokasi yang sama.
Muharram menambahkan, selama ini banyak joki yang turut mendaftar SBMPTN. Tujuan mereka adalah duduk di dekat peserta yang memakai jasanya, kemudian memberikan jawaban soal kepada peserta tersebut.
“Jadi dengan diacaknya peserta, joki yang sengaja mendaftar tidak akan berada di lokasi yang sama,” tambah Muharram.
Muharram tidak menafikan jika joki masih akan ada, walaupun dengan pencegahan seketat itu. Jika memang terbukti, peserta yang menggunakan joki tidak akan diterima di universitas tujuannya. Sedangkan sanksi untuk joki sendiri akan diserahkan dan ditindak secara hukum.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar berjanji akan bertindak tegas terhadap pelaku perjokian. Kasubag Humas Polrestabes, Kompol H Burhanuddin mengatakan, jika memang ada praktik perjokian pasti akan diproses.
Dia kemudian mencontohkan kasus yang terjadi di Unhas tahun 2016 lalu. Dua orang telah diproses hukum lantaran terlibat dalam percaloan maba.
”Kalau memang ada yang terbukti terlibat, pasti kita tindak tegas. Seperti tahun lalu, ada dua oknum PNS Unhas yang diproses karena terlibat perjokian,” kata H Burhanuddin, kemarin.
Saat ini proses hukum terhadap keduanya masuk dalam tahap pelimpahan berkas ke Kejari Makassar. (ita-nug-ish/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top