Sulselbar

Praktik Rentenir Berkedok Koperasi Menjamur

SOPPENG, BKM — Praktek rentenir mengatasnamakan koperasi di Kabupaten Soppeng semakin marak. Modusnya, mereka menawarkan jasa pinjaman seperti arisan, tapi dengan bunga mencekik.
Pihak terkait diharapkan bisa menindak tegas renternir berkedok koperasi tersebut, karena selain melanggar undang-undang perbankan juga menyengsarakan masyarakat.
Salah seorang warga kepada BKM, Senin (15/5) mengakui dirinya sudah berlangganan dengan salah satu koperasi di Kabupaten Soppeng.
“Ia pak saya kalau kepepet saya hanya datang meminjam uang dengan rentenir meski bunganya terbilan tinggi, tapi kalau kepepet mau di apa pak,”katanya.
Dia menjelaskan kalau butuh uang tidak rumitji cukup menyetor foto copy, KK dan KTP sehingga uang sudah bisa di ambil. ”Itu kalau dua jutaan kebawa tapi kalau jumlah tinggi harus ada jaminan tergantung besaran nilai,” katanya.
“Kalau di hitung memang bunganya cukup tinggi, kalau kita ambil satu juta hanya Rp 900.000 ribu diterima yang seratusnya termasuk administrasinya. Nanti bulan berikutnya kita bayar sebesar Rp 150 ribu per bulannya selama sepuluh bulan. Artinya kalau kita ambil satu juta itu bunganya sampai Rp 600 ribu depan administasinya.”katanya.
Sementara itu Wati penjual nasi warga Soppeng mengatakan ada beberapa temannya yang mengambil uang tidak bisa dikembalikan karena bunganya cukup tinggi. Akibatnya mereka tak bisa bayar terpaksa mereka berhenti berjualan.
Kepala Bank Sulselbar Hazjul mengaku perihatin dengan kondisi tersebut. Pihaknya mengaku saat Bank Sulselbar Cabang Soppeng memfasilitasi kredit mikro dengan persyaratan yang mudah suku bunga kompetatif yang disebut dengan Program Usaha Rakyat (PUR). (ono/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top