Gojentakmapan

Jazad Siswa SMKN 2 Makassar Ditemukan

IST PERSIAPKAN EVAKUASI -- Sejumlah anggota tim SAR sedang mempersiapkan perlengkapan untuk mengevakuasi jazad Nurhidayat, siswa SMK Negeri 2 Makassar.

GOWA, BKM — Jazad Nurhidayat (18) warga Jl Daeng Tata 3, Kelurahan Tamalate, Kota Makassar, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR pada Senin pagi (15/5) sekitar pukul 09.45. Nurhidayat tenggelam di Sungai Depa’, Dusun Tanete, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, sejak Sabtu (13/5).
Prosesi pencarian siswa SMKN 2 Makassar ini melibatkan sembilan tim penyelamat, yakni Basarnas Makassar, Basarnas Unhas, SAR Muhammadiyah Makassar, SAR UNM, SAR Antariksa, tim Damkar Gowa, Tagana Gowa, SAR Bocah Gowa, dan SAR Core Sulsel.
Nurhidayat ditemukan terjepit di sela-sela batu di kolam tumpahan air terjun Sungai Depa’. Sudah tiga hari keberadaan jazad korban dicari warga, petugas dari Polsek Bungaya dan Polres Gowa dibantu para tim SAR gabungan.
Dihari ketiga, korban pun ditemukan. Kondisinya cukup mengenaskan dan nyaris tidak dikenali lagi lantaran sudah membengkak dan membusuk. Sesaat terlihat tim penyelamat di antara bebatuan di dasar kolam air terjun itu, korban langsung persiapan evakuasi ke pemukiman yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi Sungai Depa’.
Camat Bungaya, H Abd Salam yang dihubungi dari lokasi melalui WhatsApp, mengatakan, jazad korban tengah persiapan evakuasi ke area permukiman untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit sebelum diserahkan ke keluarganya.
Dedi Setiawan, salah seorang anggota tim Tagana Gowa, mengatakan, korban ditemukan di sela- sela batu pada pukul 09.45 Wita yang kemudian berlanjut pada proses evakuasi pukul 10.00 Wita.
”Korban ditemukan sekitar pukul 09.45 Wita tidak jauh dari lokasi tumpahan air terjun. Tim SAR mengalami kesulitan untuk evakuasi korban karena medan di sini sangat ekstrim dan curam,” kata Dedi.
Terkait keberadaan air terjun yang berpanorama indah dan artistik itu, menurut Kadis Pariwisita dan Kebudayaan Gowa, H Sofyan Hamdy, saat dikonfirmasi kemarin, dirinya baru tahu jika ada lokasi wisata air terjun Depa’ di Kecamatan Bungaya. Bahkan Sofyan pun mengakui lokasinya sangat menawan.
”Saya baru tahu ada lokasi wisata air terjun Depa’ yang begitu indah. Cuma kalau pun lokasi itu telah dijadikan sebagai obyek wisata oleh masyarakat setempat maka itu bukan sepengetahuan pemerintah,” jelas Sofyan.
Ditambahkan Camat Bungaya, H Abd Salam, air terjun Depa’ ini dalam dua tahun terakhir sudah menelan dua nyawa manusia. Termasuk peristiwa yang dialami Nurhidayat tersebut. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top