Berita Kota Makassar | Tim Terpadu Bidik Ribuan Tambang Ilegal
Headline

Tim Terpadu Bidik Ribuan Tambang Ilegal

MAKASSAR, BKM — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan mencatat, ribuan tambang ilegal beroperasi di seluruh kabupaten/kota. Keberadaannya butuh penanganan serius untuk menertibkannya.
Dalam waktu dekat, ESDM akan membentuk tim terpadu. Tim ini membidik tambang bermasalah tersebut.
“Kita rencana membuat tim terpadu dengan berkoordinasi polisi, serta penegak perda yakni Satpol PP dan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi tambang liar itu. Minggu depan kami akan undang rapat untuk membicarakan persoalan ini, ” kata Sekretaris Dinas ESDM Sulsel, Syamsul Bahri pekan lalu.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah bersurat ke pemerintah kabupaten/kota terkait rencana itu.”Sebagian sudah merespon. Jadi tinggal actionnya,” jelas Syamsul.
Selain itu, pihaknya juga akan tegas dalam menerapkan aturan operasional tambang. Hanya yang betul-betul punya izin lengkap yang bisa melakukan aktifitas, terutama yang menyangkut tambang galian C. Mulai izin tingkat kabupaten hingga provinsi, semua harus dipenuhi.
Syamsul mengatakan, potensi konflik bisa terjadi jika tambang ilegal beroperasi karena tanpa ada dasar atau landasan aturan yang jelas.
Dia menerangkan, sesuai aturan, satu penambang minimal mengelola lima hektare lahan. Jika semua izin dipenuhi, maka yang bersangkutan berhak melakukan aktifitas di atas lahan yang disetujui. Tidak boleh ada izin lain yang keluar di atas lahan yang dimaksud.
”Ketika ada pengajuan izin untuk mengelola tambang di area yang sudah memiliki izin sebelumnya, otomatis pengajuan tersebut tidak bisa dilanjutkan,” tandasnya.
Hal itu dikemukakannya, menyikapi sejumlah fenomena yang terjadi di lapangan. Di mana area tambang yang sudah miliki izin lengkap, namun karena persoalan potensi yang cukup besar, ada orang yang juga ingin mengajukan izin mengelola areal tambang tersebut.
“Itu tidak bisa keluar izinnya. Karena nanti tumpang tindih. Kita ada namanya uji peta. Jadi semua lokasi tambang yang sudah memiliki izin, kita punya datanya. Ketika ada yang mengajukan pengelolaan tambang yang sudah dikelola dengan izin lengkap, otomatis pengajuan itu tidak bisa dilanjutkan,” tegasnya.
Pihak ESDM Sulsel memang cukup tegas dalam menertibkan pengelolaan tambang yang tumpang tindih.
“Kalau izinnya untuk operasi tambang satu wilayah sudah ada, tidak boleh lagi ada yang mengeluarkan izin. Kalau diuji peta dan sudah ada yang menambang, tidak akan ada dikasih keluar izin yang sama,” terangnya.
Hal itu juga untuk menyikapi sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan. Salah satunya seperti di Desa Songing, Sinjai Selatan.
Syamsul menambahkan, saat ini, ada sekitar 547 permohonan izin tambang yang masuk di ESDM Sulsel. Namun butuh proses yang cukup teliti sebelum memutuskan permohonan yang diajukan disetujui atau tidak, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top