Gojentakmapan

Polres Maros Antisipasi Tahanan Kabur

MAROS, BKM — Banyaknya kasus penghuni rumah tahanan (Rutan) yang kabur di beberapa daerah membuat Polres Maros melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan cara memasang kamera pengintai atau CCTV di dalam kawasan Rutan. Selain untuk memantau aktivitas penghuni rutan, kamera ini juga berfungsi sebagai pengawas internal anggota kepolisian yang dengan mudah dapat diakses melalui telepon pintar.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Maros, Kompol Mulyadi, saat ditemui Berita Kota Makassar, akhir pekan lalu, mengatakan, meski belum pernah terjadi di Maros, pihaknya tidak mau kecolongan dengan kasus tahanan kabur.
Olehnya itu, sejak dua tahun lalu Rutan Polres Maros yang berkasitas 100 orang sudah dipasangi enam unit kamera CCTV. ”Ada enam unit kamera CCTV yang kami pasang di setiap area di dalam Rutan. Hal ini tentunya sangat memudahkan petugas untuk terus melakukan pemantauan kepada para penghuni Rutan dan bagi para pembesuk yang datang,” katanya.
Selain kamera CCTV, lanjutnya, petugas yang sedang piket dibagian Rutan, setiap dua jam sekali harus melakukan pengecekan langsung ke dalam Rutan untuk memantau langsung kondisi penghuni yang ada di dalam. ”Jadi selain kamera CCTV, petugas juga harus berkeliling setiap dua jam sekali,” paparnya.
Tidak hanya di areal Rutan, 12 unit kamera CCTV juga dipasang di beberapa ruangan di Mapolres, khususnya dibagian pelayanan masyarakat. Di antaranya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), unit SKCK serta ruang SIM.
Tujuannya, sebagai pengawas internal bagi pimpinan kepada seluruh bawahannya. ”Dengan CCTV yang juga bisa dilihat melalui telepon selular ini, pimpinan kami bisa memantau langsung kinerja bawahannya. Jadi kalau ada yang tidak apel atau mungkin tidur saat bertugas, pimpinan bisa langsung menegurnya. Apalagi kalau ada anggota di bagian pelayanan yang melakukan Pungli,” pungkasnya.
Sementra itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A, Warsiyanto, mengatakan, pasca-kaburnya Napi di Lapas Makassar, pihaknya juga semakin memperketat pengawasan. Ia mengaku, selain rutin melakukan razia barang terlarang di dalam Lapas, pihaknya juga memperkertat pengawasan pintu utama.
”Kami juga selalu mengingatkan kepada seluruh anggota jaga untuk bekerja sesuai standar pengamanan yang berlaku. Termasuk mendeteksi daerah yang rawan di dalam Lapas,” katanya.
Warsiyanto menjelaskan, penjagaan di Lapas kelas 2A Maros dibagi dalam empat regu yang terdiri dari lima orang. Mereka mengawasi 319 orang yang menurutnya sudah melebehi kapasitas muat ruangan yang seharunya hanya 202 orang.
”Kami akui memang sudah over kapasitas. Tapi kami selalu menjaga standar pengamanan yang ada di dalam,” pungkasnya. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top