Sulselbar

Pencuri Bonyok Diamuk Massa

BONYOK -- Tersangka Sl saat tiba di Mapolres Bantaeng. Wajahnya bonyok usai diamuk warga.

BANTAENG, BKM — Sudah jatuh, ketimpa tangga pula. Sudah bonyok, ditangkap polisi pula. Mungkin pepatah ini pas buat Sl (30). Dia diamuk massa setelah kedapatan melakukan aksi pencurian di rumah Hj Juhaedah, Kecamatan Bantaeng.

Wajahnya bonyok berlumuran darah akibat hantaman bogem mentah massa secara bertubi-tubi. Sekujur tubuhnya juga mendapat tendangan hingga dia jatuh bangun dan meringis kesakitan.
Ceritanya, Sl kepergok Hj Juhaedah, pemilik toko ketika sedang beraksi, Minggu (14/5), pukul 03.00 wita. Juhaedah membangunkan puteranya. Diam-diam dia mengintip dan mengawasi gerak- gerik Sl.
Yakin Sl beraksi seorang diri, putera Juhaedah beranjak dari balik persembunyiannya dan menyerbu ke arah Sl. Sadar aksinya kepergok, Sl kabur membawa puluhan bungkus rokok beserta kotak pajangan rokok yang terbuat dari kayu.
Sl melesat secepat kilat di tengah keremangan cahaya lampu jalan. Dia menuju ke arah timur dari rumah korban. Putera Juhaedah memburu sambil berteriak “palukka” (maling, red).
Para tetangga terbangun dan bergabung dengan putera Juhaedah. Teriakan “palukka” yang dilakukan puluhan tetangga, membangun semua orang di sekitar jalur pelarian Sl yang berupaya menghilang dari kejaran.
Dari Jl Rambutan, pelaku memutar ke arah Jl Durian. Dia berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri. Dari Jl Durian, pelaku berbelok masuk jalan setapak yang mengarah ke Masjid Raya.
Selanjutnya menyeberangi Jl Raya Lanto dan bersembunyi di halaman rumah Hj Tuti Hanafie di sudut pertigaan jalan menuju Pantai Seruni. Sialnya, penghuni rumah Hj Tuti terbangun dan mngetahui ada orang bersembunyi.
Lagi-lagi Sl mengambil langkah seribu. Dia berlari sekencang-kencangnya ke arah selatan menuju eks Taman Bermain Anak Pantai Seruni. Namun nasibnya tetap sial. Dari arah berlawanan, muncul puluhan orang dan melakukan penghadangan.
Menurut Marming, warga di sekitar TKP, sewaktu terkepung, Sl meraba pinggangnya sambil mengancam akan menikam. Sejumlah warga juga melakukan hal serupa. Nyali Sl ciut dan nekat menerobos barikade massa.
Sadar kalau Sl tidak bersenjata, massa lalu menyergap Sl dengan tangan kosong. “Awalnya massa ragu Sl membawa badik setelah ia meraba pinggangnya. Massa juga pura-pura meraba pinggang masing, padahal mereka tidak membawa badik juga”, papar Marming.
Beruntung, aparat Polres yang mendapat laporan, segera meluncur ke TKP dan mengamankan Sl dari amukan massa. Kini, Sl meringkuk di rutan Polres untuk menjalani proses hukum. “Pelaku sudah diisolasi”, ujar Kepala Jaga Polres Bantaeng, Aipda Salehuddin. (wam/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top