Politik

None Terima Formulir PDIP di Rumah RMS

BKM/CHAIRIL BINCANG SANTAI--Bakal calon Wali Kota Makassar Irman Yasin Limpo berbincang santai dengan Ketua DPC PDIP Makassar Bahar Mahmud dikediaman Bupati Sidrap Rusdi Masse, Minggu (14/5). Irman menerima berkas pendaftaran sebagai bakala calon wali kota dari PDIP.

MAKASSAR, BKM–Adik bungsu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yakni Irman Yasin Limpo menerima pengurus DPC PDIP Makassar untuk mendapatkan formulir sebagai bakal calon Wali Kota Makassar 2018 mendatang, dihalaman rumah kediaman Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS), Minggu (14/5).
None-panggilan akrab Irman yasin Limpo didampingi sejumlah kerabat dan rekan rekannya termasuk kakak kandung None, Hj Tenri Olle YL. “Ini luar biasa PDIP karena mendatangi bakal calon Wali Kota, bukan sebaliknya. Ya sebuah demokrasi yang baru,” ujar None.
Ketua DPC PDIP Makassar Bahar Mahmud menyampaikan apresiasinya terhadap Irman YL yang telah bersedia menerima PDIP untuk menyerahkan formulir. “Ini adalah cara baru demokrasi PDIP kami yang mendatangi calon kandidat,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya PDIP Makassar telah mendatangi Wali Kota petahana Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Ketua DPD II Golkar Makassar yang juga Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta serta Ketua DPD Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi.
Dosen politik Unismuh Andi Luhur Prianto menilai bahwa metode ‘jemput bola’ yang digunakan PDIP demi mengeksplorasi bakal calon. Pasalnya, PDIP tidak mendorong kader internal untuk maju di Pilwali nanti. “Saya liat ini bagian dari eksplorasi dan umpan dari DPC saja terhadap para bakal calon, kebetulan PDIP sepertinya tidak menyiapkan kader untuk Pilwalkot, maka jadilah PDIP seperti kendaraan yang tinggalkan terminal,”ujar Luhur, Minggu (14/5).
Meski begitu ia menilai, dalam berkontestasi di perpolitikan PDIP menampilkan kesan berbeda dengan partai-partai lain terlebih lagi jelang Pilwali nanti dengan mengantarkan formulir pendaftaran ke bakal calon Wali Kota. “Model PDIP ini memang sedikit berbeda istilah nya kendaraan yang menjemput penumpang, meskipun yang dijemput, belum penumpang resmi,”bebernya.
Luhur menilai PDIP tidak siap mendorong kader untuk maju di Pilwali sehingga menggunakan metode mengantar langsung surat pendaftaran.
Dari posisi jumlah 4 kursi PDIP di DPRD Makassar dapat menjadi salah satu partai yang diperhitungkan, tentunya sisa menambah 6 kursi lagi untuk dapat mengsung.
Ketua DPC PDIP Makassar, Bahar Machmud menyatakan sistem jemput bola bukan merupakan manuver. “Ini perintah partai, perintah DPP partai, bukan inisiatif DPC Makassar,” ujarnya. (ita/rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top