Berita Kota Makassar | Longsor Susulan Masih Mengancam
Headline

Longsor Susulan Masih Mengancam

LUTIM, BKM — Longsor susulan masih mengancam warga Dusun Ujung Batu, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Sejak peristiwa di pagi buta, Jumat (12/5), sudah beberapa kali longsor susulan terjadi.
Seperti pada hari Sabtu (13/5) pukul 23.30 Wita. Jika sebelumnya material longsoran berupa tanah dan lumpur, kali ini longsor membawa lumpur tanah bersampur kerikil. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) memilih mengungsi ke rumah-rumah kerabatnya yang berjarak kurang lebih 7-10 kilometer.
Longsor susulan tidak separah sebelumnya. Sejumlah alat berat seperti eskavator dan buldozer langsung dikerahkan untuk melakukan pembersihan agar jalan poros dapat diakses oleh pengguna jalan umum.
Kepala Desa Maliwowo, Asdar menyebut, selain 100 KK yang mengungsi, ada pula satu keluarga yang datang melapor kepadanya. Mereka memilih pulang kampung karena trauma.
Dia memastikan sudah tidak ada lagi warganya yang hilang atau tertimbun tanah akibat musibah longsor. “Jumlah korban meninggal dunia tujuh orang. Luka-luka 11 orang. Rumah tertimbun 15 unit. Dari 11 korban luka, enam diantarannya masih dirawat intensif di RSUD I La Galigo karena mengalami patah tulang, tertusuk paku, dan kayu,” ungkap Asdar.
Ia berharap agar musibah serupa tidak kembali terulang di Luwu Timur, khususnya di desa yang dipimpinnya. Asdar mengimbau warganya untuk tetap waspada dan tenang menghadapi musibah ini.
“Terima kasih atas bantuan saat ini. Untuk makan dan minum sudah lebih dari cukup. Namun yang paling dibutuhkan adalah peralatan dapur,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, Zabur mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah memberlakukan siaga satu hingga satu minggu ke depan di lokasi musibah. Sebab, tidak tertutup kemungkinan akan kembali terjadi longsor susulan seperti yang terjadi Sabtu malam.
“Curah hujan masih cukup tinggi. Karena itu semua pihak diminta untuk tetap waspada. Mudah-mudahan longsor susulan yang terjadi semalam (Sabtu malam) itu yang terakhir. Kita berdoa saja,” imbuh Sabur yang berada di lokasi bencana, kemarin.
Sementara untuk akses jalan, tambah Zabur, sudah dapat dilalui seperti biasanya. Namun ia tetap meminta para pengendara untuk memperhatikan kondisi yang ada.
Menurutnya, bantuan sosial sudah berdatangan pascamusibah. Baik dari pemerintah daerah atau instansi yang ada di Luwu Timur, maupun dari sejumlah pengusaha atau kalangan yang prihatin dengan musibah ini. ”Setiap ada bantuan dan melihat ada titik pengungsian, langsung kita salurkan,” ungkap Zabur.
Salah seorang warga Desa Maliwowo, Yan Tiranda yang ditemui, mengaku memilih mengungsi karena takut akan terjadi longsor susulan. “Keluarg trauma, sehingga memilih untuk mengungsi di rumah keluarga di Desa Watampanua,” ungkap bapak Kris, sapaan akrabnya.
Selain korban meninggal dan luka-luka, musibah longsor juga merusak dua mobil. Masing-masing satu unit dum truk, satu lagi pick up. Ada pula 10 sepeda motor yang tertimbun longsoran. Diperkirakan, dari 15 rumah yang rusak, satu unitnya mengalami kerugian hingga Rp200 juta.
Di Makassar, mahasiswa asal Lutim ramai-ramai turun ke jalan melakukan penggalangan dana. Seperti terlihat di seputaran flyover.
Sejak sore hingga malam mereka menemui pengendara dan mengajaknya menyumbang untuk membantu para korban. Spanduk ‘pray Luwu Timur’ dibentangkan oleh mahasiswa. (alp/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top