Sulselbar

Kontraktor Sepakat Hadapi “Mafia” Tender

LUTIM, BKM — Penggiat Pengadaan Barang dan jasa Pemerintah (PBJP) di Luwu Raya dan Sulsel sepakat menghadapi “mafia” tender yang kerap mengatur pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) sebagai tempat untuk mengorek kemenangan dengan cara curang.
Pertemuan ini digagas Owner Sanagi Group Indonesia, Erwin R Sandi di Hotel Heritage, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (13/5). “Pastinya kami sepakat menghadapi ‘Mafia” tender yang bercokol di ULP,” ujar Erwin.
Menurutnya, pertemuan tersebut didasari atas kegerahan para rekanan karena diduga maraknya permainan yang terjadi saat proses tender pengadaan barang dan jasa dilingkup pemda, baik yang dilakukan pokja ULP dan Rekanan yang menginginkan kemenangan dengan cara curang.
“Pertemuan kemarin di Torut diikuti oleh rekanan perwakilan dari Makassar, Bone, Soppeng, Sinjai, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja dan Tana Toraja,” tambahnya, Minggu (14/5) kemarin.
Ia menggagas pertemuan ini karena menilai kalau ULP sudah menjadi sarang dimana para oknum rekanan dengan asiknya melakukan dugaan kecurangan yang berujung pada tindakan melawan hukum. Oleh karena itu, penggiat PBJP telah sepakat melawan oknum mafia tender itu.
“Tujuan pertemuan ini untuk menyatuhkan persepsi dan memantapkan langkah – langkah yang akan ditempuh rekanan yang merasa terdzolimi saat mengikuti proses tender PBJP disetiap daerah yang ada di Sulawesi Selatan ini,” ungkap Erwin yang mengaku akan kembali melakukan pertemuan dengan menghadirkan pakar PBJP dan penegak hukum. (alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top