Headline

Kekuatan Besar Duet Ical-Aru

MAKASSAR, BKM — Duet pasangan di pemilihan wali kota Makassar 2018 mendatang terus dimunculkan. Jika sebelumnya mencuat keinginan memasangkan Irman Yasin Limpo dan Andi Rahmatika Dewi, kini giliran Samsu Rizal dan Farouk M Betta yang digadang-gadang.
Koalisi Partai Golkar dan Demokrat memang tetap terbuka di kontestasi pilwali Makassar Juni tahun depan. Apalagi dua partai ini memiliki dua kader yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk didorong maju bertarung.
Samsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical menjabat sebagai sekretaris DPD Demokrat Sulsel. Saat ini juga ia menduduki posisi sebagai wakil wali kota Makassar. Sementara Aru, sapaan akrab Farouk M Betta adalah ketua DPD II Golkar Makassar. Juga menjabat ketua DPRD Kota Makassar.
”Dua kekuatan partai besar ini jika menyatu akan menjadi batu sandungan bagi kandidat lain di pilwali mendatang,” kata Suwadi Idris dari Indeks Politika Indonesia (IPI).
Ia melanjutkan, manakala Deng Ical dan Aru berpaket, maka akan menjadi kekuatan tersendiri. “Ini paket yang kuat dan akan menjadi lawan tangguh bagi petahana Danny Pomanto. Sebab keduanya figur yang lagi mengalami kenaikan tren politik cukup positif,” ujar Suwadi, Minggu (14/5).
Memang, kata Suwadi, untuk melawan petahana harus ada penyatuan kekuatan antara Aru, None, Ical dan Cicu. Sebab petahana tergolong bagus kinerjanya di mata publik. Bahkan saat ini survei elektabilitasnya cukup bagus, karena di angka 50 persen.
“Walau itu belum menjadi aman, namun bisa menjadi modal bagi Danny untuk kembali maju. Untuk itu, tepat bila Ical dan Aru menyatu. Tinggal mereka sepakati siapa 01 atau 02 melalu mekanisme riset,” jelasnya.
Dosen politik Universitas Bosowa, Dr Arief Wicaksono punya penilaian yang sama. Paked tersebut sangat kuat.
“Saya kira, baik Ical maupun Aru adalah figur-figur yang punya popularitas cukup tinggi karena jabatannya saat ini, baik sebagai wakil wali kota dan ketua DPRD Makassar,” ujar Arief.
Selain itu, tambah Arief, keduanya juga punya basis massa yang jelas. Karena Ical pernah menjadi anggota legislatif, dan Aru bahkan masih duduk di kursi legislatif.
“Keduanya juga merupakan representasi kepentingan 2 dari 3 kekuatan politik besar di Sulawesi Selatan. Ical bisa mewakili kekuatan gerbong Pak Ilham Arief Sirajuddin, dan Aru saat ini mewakili kekuatan Pak Nurdin Halid,” jelasnya.
Jika head to head, sambung Arief, maka Aru yang akan lebih mengungguli Ical. Karena selain NH, Aru juga diterima dengan baik oleh IAS. Bahkan tercatat tidak pernah melakukan blunder dengan gerbong SYL.
”Oleh karena itu, jika Ical dan Aru atau Aru dan Ical dipaketkan, saya kira akan menjadi satu kekuatan yang pantas diunggulkan di pilwali Makassar. Dengan catatan, semua faksi dalam gerbong masing-masing baik Ical maupun Aru kompak menyatukan diri,” ucapnya.
Pengamat politik dari UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad menilai, jika Ical dan Aru jadi berpasangan, maka peluangnya sangat besar memenangkan pilwali Makassar. “Kalau Ical dan Aru maju dengan koalisi Partai Demokrat dan Golkar solid, tentu peluangnya besar,” ujarnya.
Aru yang dimintai tanggapannya, dengan nada diplomatis mengaku semuanya dinamis karena belum ada yang final. “Semua peluang masih dinamis, sebab belum ada yang final. Doakan saja,” tulis Aru melalui pesan Whastapp, kemarin. Aru pernah tercatat sebagai sekretaris Golkar di masa Ilham Arief Sirajuddin menjabat ketua DPD II. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top