Berita Kota Makassar | Pembunuhan Warga Taeng Diduga Kesalahpahaman
Gojentakmapan

Pembunuhan Warga Taeng Diduga Kesalahpahaman

BKM/SAR REKONSTRUKSI -- Tersangka diapit petugas saat memeragakan adegan penganiayaan yang berujung pada tewasnya Muh Ihsan.

GOWA, BKM — Kasus penganiayaan berujung pada tewasnya Muh Ihsan (20), warga Dusun Gusung, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, direkonstruksi pihak kepolisian, Jumat pagi (12/5) sekitar pukul 09.15 hingga 10.00 Wita.
Kejadian ini berlangsung pada Minggu, 16 April 2017 lalu. Kendati TKP di Dusun Gusung, namun pihak Polres tidak melakukan rekon peristiwa di TKP. Rekon yang dilakukan Kapolsek Pallangga bersama jajarannya ini digelar di Jalan Syamsuddin Tunru, di dekat markas Polres Gowa.
Menurut Kasubag Humas Polres Gowa, lokasi kejadian terpaksa dipindahkan ke dekat Polres untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi saat rekon yang menghadirkan pelaku.
Dalam rekonstruksi yang dikawal puluhan petugas kepolisian baik dari Polsek Pallangga maupun Polres Gowa memperagakan 17 adegan rentetan dari peristiwa berdarah tersebut. Rekon ini menghadirkan tersangka pelaku Ardianto bin Tasman (23), warga Taeng. Ardianto memeragakan seluruh rangkaian aksinya dalam menganiaya korban Muh Ihsan hingga tewas. Rekonstruksi tersebut dipimpin Kapolsek Pallangga dihadiri para penyidik Polsek Pallangga serta menghadirkan pula empat saksi dan para tersangka lainnya.
”Dugaan sementara motif kejadian tersebut dikarenakan adanya kesalahpahaman antara pelaku dengan korban tentang informasi yang diterima pelaku atas dugaan pemukulan terhadap rekan pelaku. Rekonstruksi berjalan dalam keadaan aman dan berakhir pukul 10.00 Wita,” jelas Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan.
Disebutkan, dalam kasus ini pelaku diperhadapkan pada Pasal 338 Sub 351 ayat 3 KUHPidana. ”Rekonstruksi ini dilakukan untuk menyamakan dan mengsingkronkan keterangan tersangka dan para saksi serta barang bukti yang terkait dengan kasus tindak pidana tersebut,” jelas Mangatas Tambunan.
Seperti diketahui, pelaku Ardianto pada Minggu (6/4) lalu datang ke TKP dengan maksud untuk menanyakan perihal penganiayaan terhadap seorang rekannya. Namun saat itu korban tidak menerima baik sehingga terjadi perselisihan yang berbuntut pada penganiayaan.
Dalam aksi penganiayaan itu, pelaku Ardianto lalu menikam Ihsan dengan menggunakan sebilah badik yang ternyata telah disiapkan pelaku sebelum mendatangi korban. Pelaku menikam korban sebanyak tiga kali pada bagian perut hingga korban dilarikan ke rumah sakit namun meninggal dunia dalam perjalanan. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top