Headline

Hujan Hingga Akhir Mei, Warga segera Direlokasi

KEPALA BPBD Sulsel, Syamsibar menjelaskan penyebab longsor diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi membuat tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
Sejauh ini dari tujuh korban meninggal dunia. Semuanya sudah ditemukan dan dievakuasi. Sementara untuk korban luka yang masih menjalani perawatan masih ada dua orang. Untuk harta benda, lima rumah mengalami rusak parah dan 42 terdampak bencana.
“Laporan yang sampai, ada tujuh korban meninggal dunia. Kejadian juga mengakibatkan poros Sorowako-Malili terputus akibat material longsoran,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (12/5).
Untuk membersihkan material ini, pemerintah telah menurunkan beberapa alat berat. Proses penanganan sendiri terkendala ancaman longsor susulan yang masih bisa terjadi di sekitar lokasi.
Terkait masalah assesment atau pengkajian lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menurunkan empat orang dibantu empat orang dari BPBD Sulsel. Mereka akan bahu membahu melakukan kajian. Termasuk kerugian yang ditimbulkan.
BPBD juga tengah mengkaji proses relokasi untuk beberapa kepala keluarga (KK) yang masih ada di sekitar lokasi. Sebab, laporan dari BMKG, hujan dengan insenstitas tinggi masih akan terjadi sampai akhir Mei.
Meski proses evakuasi korban jiwa telah selesai dilakukan oleh potensi yang ada di Luwu Timur, Basarnas tetap mengirimkan tim dari Makassar dan Bone untuk membantu proses selanjutnya.
Reaksi cepat juga ditunjukkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel menyikapi bencana longsor Kabupaten Luwu Timur. Berselang beberapa menit, setelah mendapat informasi dari masyarakat, PMI Sulsel langsung menerjunkan sejumlah tim relawan dan tenaga medis untuk melakukan evakuasi.
Staf PMI Sulsel, Subhan Halim mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PMI Luwu Timur untuk penanganan bencana longsor di Desa Maliwowo.
“PMI menerjunkan tim relawan ke lokasi bencana. Korban yang ada langsung dilarikan ke rumah sakit. Beberapa lainnya ditangani tim medis di lokasi bencana,” ujarnya.
Selain relawan PMI Luwu Timur, organisasi kemanusiaan ini juga menyiagakan tim relawan dari daerah terdekat. Semisal PMI Luwu Utara.
“Relawan PMI Luwu Utara juga kita siagakan. Kami sementara melakukan assesment untuk penanganan secara maksimal,” kata Subhan.
Subhan menuturkan, selain langkah koordinasi dan penanganan evakuasi bekerja sama dengan pemerintah dan aparat setempat, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo terus melakukan koordinasi dengan Bupati Lutim, Thorig Husler yang juga ketua PMI Lutim untuk mengecek penanganan korban bencana guna memastikan relawan bergerak cepat. Sekaligus mengantisipasi jatuhnya korban lain.
Dua alat berat berupa loader dan sebuah eskavator juga diturunkan untuk menyingkirkan puing-puing yang masih tersisa menutupi badan jalan poros Malili-Tarengge.
Pengguna jalan yang ingin melewati jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui jalur Desa Solo, Kecamatan Kalaena, Mangkutana, Tomoni dan Tarengge yang memakan jarak cukup jauh. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top