Berita Kota Makassar | WNA Dalam Pengawasan Ketat
Sulselbar

WNA Dalam Pengawasan Ketat

TIM -- Kantor Imigrasi kelas II Parepare membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Hotel Grand Zidny, Sidrap, Rabu (10/5).

SIDRAP, BKM — Kantor Imigrasi kelas II Parepare membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Sidrap.
Pembentukan Timpora tersebut dilakukan di empat Kecamatan yakni Panca Rijang, Kecamatan Maritengae, Watangpulu, dan Kulo.
Pengawasan khusus orang asing tersebut terungkap dalam acara pembentukan Timpora yang berlangsung di Hotel Grand Zidny, Rabu, (10/5) lalu. Dalam acara itu, Timpora ini resmi dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur terkait diantaranya pemerintah kecamatan, polisi maupun TNI.
Ketua Timpora Imigrasi Kelas II Parepare, Heykel mengatakan tujuan dibentuknya tim tersebut adala untuk menjadikan wadah komunikasi antar aparat pemerintah dalam menyatukan persepsi antar instansi sebagai upaya bersama dalam rangka pengawasan orang asing.
Selain itu, juga sebagai penguatan mengkoordinasikan, keterpaduan, penyelarasan tugas dan fungsi serta pertukaran informasi perkembangan pengawasan orang asing.
“Melalui tim ini kita harap dapat memperoleh hasil optimal, mengingat keberadaan orang asing selain dapat memberi manfaat bagi kemajuan daerah, juga harus diwaspadai agar tidak memicu kerawanan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembentukan Timpora tersebut akan dilakukan secara bertahap di 11 Kecamatan yang ada di Sidrap. Namun, tahap pertama ini, katanya hanya dilakukan di empat kecamatan mengingat keberadaan orang asing banyak berada di lokasi itu.
Sementara, Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, Ramli HS menyebutkan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) Nomor 21 Tahun 2016 tentang bebas visa kunjungan dimana dalam Perpres tersebut di sebutkan sebanyak 169 negara yang bebas visa untuk masuk ke Indonesia.
“Kita perlu bekerja keras dikarenakan gelombang orang asing yang pasti akan jauh lebih besar dari sebelumnya,” ucapnya.
Pembentukan tersebut, katanya tak lain hanya untuk menjaga stabilitas dan kepentingan nasional, kedaulatan negara, keamanan dan ketertiban umum, dan kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat perlintasan orang antar negara, termasuk di Kabupaten Sidrap, Sulsel. (ady/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top