Headline

SD Makan Tahu-Tempe, Omzetnya Kini Rp300 Juta

Rohmat Tri Prasetiyo, Pemilik Usaha Furniture Karya Putra Mandiri (1)

DALAM hidup, kita dituntut untuk bisa membedakan mana takdir dan yang mana nasib. Takdir adalah sebuah ketentuan dari Tuhan. Sedangkan nasib adalah kondisi yang bisa diatur sendiri oleh manusia.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

KETIKA seorang manusia lahir dalam keadaan miskin, maka itulah takdirnya. Namun jika ia mati dalam kondisi miskin, itu adalah nasibnya. Rohmat Tri Prasetiyo mahfum akan keduanya.
Rohmat lahir dari orang tua yang hanya berprofesi sebagai buruh. Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu harian di salah satu pabrik di Surabaya, Jawa Timur. Penghasilannya sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hidup serba prihatin pun ia jalani semasa kecilnya.
Kala itu, makanan sehari-harinya adalah tempe dan tahu. Saban hari kedua menu itu selalu tersedia.
”Tiap hari saya hanya makan tempe, tahu, sambal, sama nasi. Itu saja. Tapi Alhamdulillah, itu saja sudah nikmat,” kata Rohmat.
Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas, Rohmat kecil sudah harus merasakan pahit getirnya hidup. Ia mesti bekerja membantu menopang keuangan keluarga.
Mulai dari menjual madu, bakso, sampai nasi goreng. Semua ia lakoni setiap harinya setelah pulang sekolah.
Sejak SD, jiwa wirausahanya memang telah terlatih. Saat itu ia harus bekerja membantu perekonomian keluarga dengan menjual madu. Ia menjualnya di depan rumah sambil menunggu orang-orang yang bersedia membeli. Setiap hari ia bisa mendapat keuntungan Rp5.000. Walaupun jumlahnya kecil, Rohmat sangat bersyukur.
Beranjak SMP, ia kembali berdagang. Bersama ibunya, ia berjualan bakso dan nasi goreng. Terkadang yang membeli dagangannya adalah teman-temannya dan orang sekitar rumahnya. Keuntungan perhari dari hasil jualan tersebut sekitar Rp50 ribu. “Waktu SMP sudah agak lumayanlah. Bisa dapat sekitar Rp50 ribu per hari. Sedikitnya ini bisa membantu bapak saya,” kata Rohmat.
Menjalani masa kecil yang cukup sederhana, membuat Rohmat bertekad untuk terus berkembang dan mengubah nasibnya. Siapa sangka, sekarang ia telah menjadi salah satu pengusaha furniture yang cukup sukses di Sulawesi Selatan.
Saat ini Rohmat telah berhasil mendirikan usaha yang ia namai Karya Putra Mandiri. Letaknya di Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Usahanya kini telah memiliki delapan karyawan tetap. Omzetnya per bulan bisa mencapai Rp300 juta. Angka yang sangat jauh jika dibandingkan penghasilan orang tuanya dulu.
Kehidupan masa kecil yang dipenuhi dengan bekerja, mau tidak mau memang harus dijalaninya. Selain membantu perekonomian keluarga, Rohmat juga seakan belajar dari semua hal tersebut.
Ia belajar banyak dari ayahnya yang dulu seorang tukang kayu. Sehingga secara produksi ia mengetahui pembuatan furniture. Sedangkan dari berbagai usaha yang ia jalani saat ini, ia belajar banyak tentang pengelolaan usaha, manajemen, serta marketing. Dari semua itulah Rohmat berhasil memperbaiki kehidupannya. (*/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top