Mau Beli Plakat, Dua Mahasiswa KKN UNM Tewas – Berita Kota Makassar
Headline

Mau Beli Plakat, Dua Mahasiswa KKN UNM Tewas

SOPPENG, BKM — Sebuah kecelakaan lalulintas merenggut nyawa dua mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Masing-masing Risal dan Rabhiatul Jana.
Mereka mengalami peristiwa nahas itu ketika berboncengan mengendarai sepeda motor di ruas jalan Woddi, Desa Watu Tuo, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Kamis (11/5) pukul 09.30 Wita. Motor Honda Revo DD 5105 XD yang mereka kendarai bertabrakan dengan mobil Avanza DP 1090 EH.
Rizal yang merupakan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra UNM meregang nyawa di lokasi kejadian. Sementara Rabhiatul Jana asal Bima sempat dilarikan ke puskesmas terdekat di Takalala. Namun, Tuhan berkehendak lain. Mahasiswa jurusan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dibonceng itu mengembuskan nafas terakhirnya ketika berada di puskesmas.
Kanit Laka Polres Soppeng Ipda Muh Ali mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut. Menurutnya, kedua korban merupakan mahasiswa UNM yang saat ini sementara melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Wajo.
“Tabrakan maut terjadi diduga karena pengendara tak mampu menguasai kendaraannya yang dalam kecepatan tinggi. Pengendara motor dari arah Wajo. Sementara mobil Avanza yang dikemudikan Herianto, warga Majauleng, Kabupaten Wajo melaju secara berlawanan dari Makassar. Sopir mobil sudah diamankan di mapolres,” jelas Ipda Muh Ali.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Jurusan PAUD UNM, Dr Arifin MPd mengaku kaget menerima informasi adanya insiden yang menimpa mahasiswanya yang tengah melaksanakan KKN.
”Terus terang saya kaget mendengar kejadiannya. Saat ini saya sedang melayat ke rumah duka,” ujarnya melalui telepon selular, kemarin.
Ia berjanji akan menelusuri insiden ini. Khususnya soal proses izin dan aturan yang ada di LPM serta pembimbing KKN. Sebab, seorang mahasiswa dilarang berpergian atau keluar dari tempat KKN tanpa seizin kepala posko dan pembimbing.
“Saya juga kurang tahu bagaimana izin dan penjagaan pembimbingnya. Karena itu tugas dari pembimbing KKN di sana dan juga LPM,” ujarnya.
Informasi yang didapatkan Arifin dari teman-teman korban, keduanya keluar posko KKN menggunakan sepeda motor. Tujuannya untuk berbelanja keperluan KKN dan plakat.
“Temannya bilang, mereka berdua mau ke kota untuk belanja plakat dan keperluan KKN. Tapi yang seperti itu harusnya didampingi dari LPM atau pembimbingnya,” katanya menegaskan.
Menyusul peristiwa ini, Arifin meminta agar mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN untuk tidak bepergian jauh atau keluar dari posko KKN tanpa sepengetahuan pembimbing. Sebab hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini bisa saja terjadi kapan dan dimana saja. (fir-ita/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top