Berita Kota Makassar | Korban Lakalantas di Jeneponto Capai 412 Orang
Gojentakmapan

Korban Lakalantas di Jeneponto Capai 412 Orang

BKM/KR KULLE OPERASI PATUH -- Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto memberi sambutan pada upacara Operasi Patuh 2017 di halaman Mapolres Jeneponto.

JENEPONTO, BKM — Sepanjang tahun 2016, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di Kabupaten Jeneponto mencapai 412 orang. Jumlah ini mengalam penurunan 18 persen arau sebanyak 78 orang jika dibandingkan ditahun sebelumnya atau tahun 2015 yang mencapai 488 orang.
”Semoga ditahun 2017 ini, angkanya lebih menurun lagi,” kata Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto saat menjadi inspektur upacara Operasi Patuh 2017 yang berlangsung di halaman Mapolres Jeneponto, Rabu (10/5).
Upacara ini turut diikuti tidak hanya dari personel Polres Jeneponto tapi juga personel dari Dandim 1425 dan Satpol PP. Turut hadir Kasdim 1425 Jeneponto, Mayor Kamaluddin, Ketua PN Jeneponto, Sunaryanto, dan Kajari Jeneponto, Darmukit.
Berbeda halnya dengan angka kecelakaan lalulintas pada operasi patuh 2016 sebanyak 2.524 kejadian. Mengalami peningkatan 132 kejadian atau 5 persen dibandingkan tahun 2015 yang hanya 2.410 kejadian. Untuk jumlah korban luka sepanjang tahun 2016 sebanyak 724 orang atau mengalami peningkatan 56 orang atau 8 persen dibandingkan periode tahun 215 sebanyak 688 orang. Sedangkan jumlah pelanggaran lalulintas pada operasi patuh 2016 sebanyak 750.107 pelanggaran.
”Terjadi peningkatan jumlah tilang sebanyak 62.161 lembar dan teguran sebanyak 12.034,” jelas Hery.
Secara umum, dari hasil dan evaluasi, pelanggaran yang terjadi didominasi pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, penggunaan safety belt atau sabuk keselamatan, dan pelanggaran terhadap rambu dan marka jalan.
Lanjut Hery Susanto mengatakan, keselamatan berlalulintas masih sering diabaikan para pengguna jalan. Bahkan tidak dianggap penting. Terbukti, masih banyak ditemukan pengendara yang melawan arus lalulintas serta menggunakan bak terbuka untuk transportasi masyarakat.
”Operasi patuh sesuai amanat Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, kita harapkan dapat mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran berlalulintas (Kamseltibcarlantas), meningkatkan keselamatan dan memelihara tingkat fasilitas korban kecelakaan lalulintas, membangun budaya tertib berlalulintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelas perwira dua bunga ini. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top