Headline

JK Mau Datang, Al-Markaz Bersih PK5 Sebelum Ramadan

BKM/CHAIRIL DITERTIBKAN-Pedagang kakilima yang berjualan tak jauh dari Masjid Al-Markaz Al-Islami akan ditertibkan sebelum ramadan tiba.

MAKASSAR, BKM — Wakil Presiden Jusuf Kalla direncanakan akan mengunjungi Masjid Al-Markaz Al-Islami. Pengurus masjid pun meminta kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menertibkan pedagang kakilima (PK5) yang selama ini berjualan di sepanjang pagar masjid.
Kehadiran para pedagang di bagian luar masjid tersebut dinilai telah mengurangi keindahan dan estetika masjid yang menjadi ikon Makassar. Juga menjadikan masjid terlihat kurang rapi.
Koordinator Badan Pengurus Harian (BPH) Masjid Al-Markaz Al-Islami Prof Basri Hasanuddin mengatakan, masjid ini harus menjadi ikon Kota Makassar. Karena itu, lingkungannya harus terlihat indah dan tidak jorok. Basri ingin semua PK5 yang selama ini beroperasi telah ditertibkan sebelum bulan ramadan tiba.
“Kita maunya semua pedagang yang berjualan di bagian luar tak jauh dari masjid segera ditertibkan. Namun jika itu terlalu berat, kami harap ada tindakan jangka pendek dari pemerintah,” kata Basri dalam rapat yang berlangsung di sekretariat pengurus Masjid Al-Markaz, Selasa (9/5).
Bagaimana dengan mereka yang selama ini berjualan di dalam pekarangan ataupun trotoar masjid? Pengurus Al-Markaz tak mempermasalahkannya. Karena mereka sudah ditangani pengurus masjid.
Lurah Timungan Lompoa Muh Bachtiar yang hadir dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa seluruh PK5 nantinya akan dipindahkan ke Jalan Kartini. Namun kendalanya, kios di lokasi tersebut baru rampung 75 persen. Artinya, masih belum bisa dipindahkan.
Bachtiar menambahkan, penyelesaian kios dan penertiban PK5 akan dilakukan pemerintah kota dalam kurun waktu dua bulan lagi. Namun untuk saat ini, pemerintah akan mencoba untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang terkait.
Setelah itu, dalam jangka waktu dekat, pemerintah akan mulai mencoba menertibkan para pedagang sedikit demi sedikit. Juga memasang papan bicara tentang larangan berjualan di sepanjang pagar masjid.
“Jika ada pedagang yang ketahuan mendirikan kembali di situ, sanksinya akan dicoret dari penempatan kios di Jalan Kartini,” terang Bachtiar.
Perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Makassar AS Effendy, juga berharap pemerintah setempat dapat bekerja sama dengan pihaknya dalam menertibkan para pedagang. “Biar bagaimanapun, itu tugas kami. Karena itu kami berharap supaya pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan bekerja sama dengan kami,” kata Effendy. (nug/rus/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top