Headline

DPO di Depan Mata Kok Bisa Lolos

''DPO di Depan Mata Kok Bisa Lolos''

MAKASSAR, BKM — Dua hari sudah tiga narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Namun, hingga kemarin belum ada satupun diantaranya yang tertangkap.
Padahal, di hari Senin pagi (8/5) kira-kira pukul 07.00 Wita, satu dari tiga napi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu terlihat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Hanya saja, DPO yang belum dipastikan siapa orangnya itu berhasil meloloskan diri.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda sangat menyayangkan hal ini. ”Iya, salah satu dari tiga DPO itu sempat dikejar di pelabuhan Soekarno-Hatta Senin pagi. Tapi lolos ketika dilakukan pengejaran. Saat itu suasana di pelabuhan sangat ramai. Saya belum dapat informasi lengkap siapa DPO itu. Ini sangat disayangkan. DPO di depan mata kok bisa lolos,” terang Sahabuddin, kemarin.
Kaburnya Kolor Ijo dan dua terpidana seumur hidup lainnya, yakni Muh Tajrul Kilbaren dan Rizal bin Budiman telah disikapi aparat kepolisian. Mulai dari tim Mabes Polri, Polda Sulsel hingga polres telah dibentuk tim khusus (timsus).
Seperti yang dilakukan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar. Tiga orang saksi dari pihak Lapas Klas I Makassar telah dimintai keterangannya. Salah satunya Mathius Pagewang (49), anggota jaga Regu 1 yang bertugas sekitar pukul 06.10 Wita, Minggu (7/5).
”Sebelum kabur, salah satu dari tiga tahanan itu, yakni Iqbal alias Balla pernah minta pindah sel kepada petugas lapas. Ia minta dipindahkan dari kamar yang dihuninya, karena tidak cocok dengan teman kamarnya,” ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi, kemarin.
Ia menambahkan, saat ini masih tahap penyelidikan awal. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan apakah Iqbal dan kedua tahanan lainnya memang sudah merencanakan pelariannya atau tidak.
Dari penjelasan petugas yang berjaga pagi, tambah Endi, sebelum melaksanakan tugas mereka terlebih dahulu mengecek seluruh kamar tahanan. Semuanya dalam keadaan terkunci.
Tidak lama kemudian, petugas jaga menemukan sarung dalam keadaan tersambung di dekat tembok samping pos 2. Selanjutnya keluar lapas menuju samping rumah dinas kepala keuangan lapas. Di situ ditemukan lagi seutas tali jemuran yang disangkutkan dengan sebuah besi ke pos dua.
”Curiga dengan temuan sarung dan tali, petugas jaga lapas kemudian melakukan pengecekan ulang kamar tahanan. Mulai dari kamar 1 sampai kamar 14. Didapati kamar 10 Blok A1 sudah tidak berpenghuni lagi,” terangnya.
Dari hasil pengecekan, petugas jaga mendapati ventilasi berukuran 30×30 cm yang memiliki tiga teralis besi telah dipotong menggunakan gergaji besi.
Selain petugas jaga lapas, penyidik juga telah mengambil keterangan saksi lain dari pihak napi. Selanjutnya, polrestabes kemudian menyasar kesaksian tiga sipir lapas.
”Tiga orang sipir sudah diambil keterangannya. Sekarang masih dalam proses penyelidikan. Kami juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran,” terang Endi.
Penyidik Polrestabes juga menyelidikan alur masuknya gergaji yang digunakan napi untuk menggergaji besi ventilasi.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan pihaknya masih terus memonitoring perkembangan pengejaran terhadap tiga tahanan lapas yang kabur. Informasi terakhir yang diperolehnya, ketiganya sudah tidak lagi berada di Makassar.
”Kami terus melakukan koordinasi dengan polres dan polsek. Foto ketiganya juga sudah disebar,” terang Dicky, kemarin.
Kapolda Irjen Pol Muktiono, tambah Dicky, telah memerintahkan seluruh petugas, baik yang berada di area pelabuhan, bandara, terminal serta seluruh akses transportasi lainnya untuk memblokade pergerakan ketiga napi.
”Saat ini belum diketahui keberadaannya. Diduga bersembunyi di keluarga dan kerabatnya. Petugas masih terus mengejarnya,” tandas Dicky.
Khusus Polres Luwu Timur, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak memerintahkan untuk dibentuk tim khusus untuk mencari dan mengejar Kolor Ijo.
“Kami sudah bentuk tim khusus untuk melakukan pencarian terpidana yang kabur dari Lapas Gunung Sari, Makassar. Salah satunya adalah Iqbal alias Kolor Ijo,” ujar Parojahan, kemarin. (jun-ish-alp/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top