Metro

Kepala Pasar Masih Hitung Kerugian Pedagang

MAKASSAR, BKM– Kepala Pasar Sentral Makassar Mal, Jaenul masih menghitung kerugian yang dialami pedagang, khususnya lapak milik pedagang yang rusak akibat tertimpa material bangunan, pascapembangunan Makassar Mal.

Menurut Jaenul, runtuhnya sebagian bangunan terowongan di Pasar Sentral terjadi pada Minggu (7/5) sekira pukul 17:30 wita. Saat peristiwa tersebut, para pedagang tidak lagi beraktifitas di sekitar lokasi kejadian kecuali petugas kebersihan pasar yang bertugas mengontrol dan membersihkan lorong-lorong lapak para pedagang.
“Kejadiannya jelang magrib, dan informasi dari pedagang juga. Ada enam petak lapak yang sama sekali hancur atau tidak bisa digunakan dari total 13 petak yang tertimpa runtuhan. Dalam peristiwa ini tidak ada korban luka atau jiwa,” katanya.
Untuk kerugian material para pedagang, pihaknya masih melakukan penghitungan atau taksiran kerugian para pedagang. Sebab kebanyakan ketika pulang para pedagang juga membawa barang dagangan mereka. Sementara para pedagang yang lapaknya tertimpa material bangunan akan dievakuasi ke sekitar pasar sentral untuk dapat tetap melakukan aktifitas berjualan.
“Agak susah juga kita menghitung secara terperinci karena jualan pedagang sebagian mereka bawa pulang dan ada juga yang simpan di dalam. Jadi kita akan konfirmasi lagi lebih lanjut dan belum dapat memberikan informasi soal itu. Yang pastinya dalam waktu dekat ini akan dilakukan upaya penyelamatan bagi pedagang yang lapaknya tertimpa dengan memindahkan ke tempat aman. Kita masih carikan dulu lokasi bersama pihak asosiasi,” ucapnya.
Terowongan disekitar gedung baru Pasar Sentral Makasaar Mall yang tidak jauh dari Jalan HOS Cokroaminoto lambat laun semakin mengancam keselamatan para pedagang. Apalagi dengan menyusul akan dilakukan relokasi pedagang ke dalam gedung baru Pasar Sentral Makassar Mall dari tim relokasi yang dibentuk Pemerintah Kota Makassar.
Dari pantauan BKM di lokasi Pasar Sentral, Senin (8/5), belasan petak lapak milik pedagang yang dominan berjualan pakaian tertimpa material bangunan.
Salah seorang pedagang, Basse menjelaskan, sebelum kejadian dirinya sempat mendengar dan melihat meterial bangunan seperti batu-batu kecil dari atas terowongan mulai jatuh bersamaan dengan mendengar aktifitas pekerjaan yang berlangsung di atas terowongan. Hanya saja dirinya tidak mengetahui apa yang dia lihat dan dengar pertanda terowongan runtuh yang hanya berjarak sekitar dua meter dari lapak tempat dia berjualan.
“Sempatji saya dengar dan lihat itu ada batu-batu jatuh tapi tidak saya tau kalau mau runtuh ini. Tapi untung tidak apa-apa ja meskipun barang-barangku ada tertimbun dan lapakku juga rusak,” sebutnya.
Terpisah, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Penataan Ruang Kota Makassar masih menunggu laporan hasil uji kelaikan gedung baru Pasar Sentral Makassar Mall dari pihak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) yang dilakukan tim penguji dari Unhas.
Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Ahmad Kafrawi mengatakan, sebelum Pemerintah Kota Makassar menerbitkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF), pihak MTIR harus memenuhi dan menyelesaikan lima aspek uji laboratorium gedung Pasar Sentral Makassar Mall seperti diantaranya arsitektur, sipil, mekanikal dan elektrikal.
“Yang melaksanakan uji kelayakan gedung itukan mereka (MTIR), Pemerintah Kota Makassar tidak pernah terlibat. Sehingga yang harus membuat pernyataan layak atau tidak layak pertama dari pihak mereka dan kemudian dinilai dari tim teknis dari pemerintah kota apakah betul layak atau tidak. Kalau betul sudah layak kita baru terbitkan SLF,” sebut Kafrawi belum lama ini.
Menurut Kafrawi, dokumen yang diajukan MTIR ke pemerintah kota benar-benar harus akurat. Karena dokumen yang masuk ke Pemerintah Kota Makassar diverifikasi dengan cara menurunkan tim teknis ke lapangan untuk mendapat data yang akurat.
Penerbitan SLF tambah Kafrawi dilakukan secara bertahap sesuai dengan perampungan pengerjaan di gedung dilakukan secara bertahap yang dimulai dari basement. Ketika pengerjaan di lantai satu telah selesai, SLF akan kembali menyusul diterbitkan.(arf)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top