Headline

Hari Ini, Dirjen Kemenkum HAM di Makassar

BKM/JUNI SEWANG BERTEMU-Kalapas Klas I Makassar Marsidin Siregar (kiri) menemui Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda di ruangannya, Senin (8/5). Ia meminta pembentukan tim khusus atau tim gabungan untuk ketiga narapidana yang saat ini telah masuk DPO.

MENYUSUL kaburnya tiga napi, Kepala Lapas Klas I Makassar Marsidin Siregar menemui Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Sahabuddin Kilkoda di ruangannya, Senin (8/5). Ia meminta dibentuknya tim khusus ataupun tim gabungan untuk mengejar ketiga narapidana yang saat ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Mereka adalah Rizal Budiman, Muh Tajrul Kilbaren dan Iqbal alias Balla. Rizal dan Budiman merupakan napi kasus pembunuhan yang telah divonis hukuman seumur hidup. Sementara Iqbal dipenjara karena kasus pencabulan, pemerkosaan serta pembunuhan berencana. Ia dijatuhi hukuman mati.
“Kami terus melakukan pencarian. Kita memperluas jaringan anggota dan terus berkoordinasi. Sampai saat ini belum ada yang pasti. Tim kita sebar ke lapangan. Khususnya pada tempat-tempat yang diduga dilewati. Untuk wilayah Palopo dan Luwu Timur, kami sudah berkoordinasi dengan kapolres. Kami juga berkoordinasi dengan rutan Masamba, karena diduga arahnya ke sana,” ungkap Marsidin.
Ditambahkan Marsidin, sampai saat ini pihaknya masih menunggu informasi hasil dari pemantauan yang dilakukan di lokasi yang diduga tempat persembunyian dari ketiga pelarian.
“Kami memantau tempat-tempat yang dicurigai di Lutim, yang dianggap berpotensi jadi lokasi persembunyian,” terangnya.
Khusus untuk di internal lapas, tambah Marsidin, pihaknya masih menelusuri asal muasal gergaji yang dipakai untuk menjebol ventilasi udara sel tahanan. Karena ukurannya yang kecil, gergaji tersebut gampang dimbunyikan dan diselundupkan masuk lapas.
”Saya dapat laporan pada jam 8 pagi, jam 1 masih kontrol dan patroli. Jam 1 sampai ham 4 itu memang rawan. Seyogyanya harus tetap ada patroli pada jam-jam tersebut. Ketentuannya begitu. Tapi apa boleh buat, satu regu hanya delapan orang. Jadi kami mengalami keterbatasan personel,” jelas Marsidin.
Sahabuddin Kilkoda menambahkan, tiga napi yang kabur merupakan ancaman bagi warga. Dari sisi sosiologis, ketiganya tidak lagi memiliki pemikiran yang panjang.
”Karena itu kami mengimbau jika ada yang melihat mereka jangan mengambil tindakan untuk menangkap ataupun semacamnya. Tolong dilaporkan. Biar nanti kami yang bawa kembali ke lapas,” ujar Sahabuddin.
Kilkoda menambahkan, saat ini dirinya tengah berkoordinasi dengan pihak Dirjen Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta untuk pembentukan tim gabungan
Rencananya, dirjen Kemenkum HAM tiba di Makassar hari ini, Selasa (9/5) pukul 13.00 Wita. Mereka akan melakukan pemeriksaan secara internal Lapas Gunung Sari.
”Ini lapas klas I. Menyangkut reputasi kepala lapas berpangkat eselon IIb. Jangan ada kesan kasus ini kayak diatur-atur. Saya tetap beri waktu 1×24 jam jika tahanan dikatakan lari. Batas waktunya sudah lewat. Ketiganya masih berada di luar. Kalapas menyatakan optimis bisa menemukan tiga tahanan yang kabur itu,” jelas Sahabuddin. (jun/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top