Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Garap 1.800 Nelayan di Takalar

BKM/AMIRUDDIN NUR SADAR BPJS -- Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku, Umardin Lubis (tengah) bersama Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin pada pencanangan Desa Boddia sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

MAKASSAR, BKM — Sebuah terobosan baru dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Makassar. Kali ini dengan merangkul sebanyak 1.800 nelayan atau tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU) untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin kepada tiga orang peserta yang mewakili 1.800 tenaga kerja BPU. Penyerahan kartu ini sebagai rangkaian pencanangan Desa Boddia sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Selain penyerahan kartu peserta, juga dilakukan penyerahan dua santunan klaim, yaitu santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada Desi Nirwana, isteri dari almarhum Mulyadi Syam, tenaga kerja PT Iluminati Metamorfosis yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Nilai santunan yang diberikan sebesar Rp129 juta. Juga santunan Jaminan Kematian (JM) kepada Mardiana, isteri dari almarhum Baharuddin H, karyawan PT Pos Indonesia sebesar Rp37 juta.
Penyerahannya disaksikan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku, Umardin Lubis, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Harmunanto, perwakilan direksi BPJS Ketenagakerjaan pusat, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Telur Ikan Terbang (APTIT), Parawansyah Dg Lapang, di halaman kantor APTIT, Senin (8/5).
Sebanyak 1.800 tenaga kerja ini mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam dua program perlindungan, yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja dan program Jaminan Kematian.
”Ini merupakan salah satu terobosan kami untuk lebih memasyarakatkan program BPJS Ketenagakerjaan di sektor pedesaan. Dimana, tenaga kerja bukan penerima upah sangat rentan terhadap terjadinya risiko pekerjaan,” kata Harmunanto.
Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku, Umardin Lubis, pada kesempatan tersebut, menjelaskan, perekrutan 1.800 orang tenaga kerja BPU ini merupakan langkah awal dari sekitar 3.600 orang yang terdeteksi sebagai pekerja BPU dari sektor nelayan.
”Semoga acara ini menjadi percontohan bagi desa lainnya di Provinsi Sulsel untuk peduli BPJS Ketenagakerjaan. Yakni dengan mendaftar sebagai peserta. Karena kita tidak pernah tahu kapan risiko itu akan datang,” kata Umardin.
Sementara itu, Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mengatakan, kerjasama yang dilakukan antara Pemkab Takalar dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberi perlindungan kepada masyarakat Takalar merupakan langkah awal untuk kerjasama selanjutnya.
”Sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk memberi perlindungan kepada masyarakatnya. Termasuk mengenai perlindungan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Kami berharap kerjasama ini dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa akan datang. Jika perlu, bukan saja masyarakat nelayan yang digarap tapi masyarakat yang bekerja pada sektor lainnya,” ujar Burhanuddin. (mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top