Tiga Bupati Kompak di Pembukaan PENAS XV – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Tiga Bupati Kompak di Pembukaan PENAS XV

HADIR -- Tiga Bupati di Luwu Raya, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler hadir di acara PENAS KTNA di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, (6/5).

BANDA ACEH, BKM — Tiga Bupati di Luwu Raya, masing-masing Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler kompak hadir di acara Pembukaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, (6/5).
Ketiganya memakai batik berwarna putih kombinasi warna abu-abu yang dihiasi gambar miniatur kapal pinisi dan terlihat duduk berdampingan di VIP B2. Sesekali ketiganya tersenyum, sesekali pula tertawa. Nampak jelas mereka menikmati setiap atraksi tari-tarian khas Aceh yang ditampilkan para penari.
Saat master of ceremony mengabarkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak lama lagi tiba, ketiga Bupati tersebut, oleh panitia diarahkan menempati VIP B1. Ketiganya pun kompak meninggalkan VIP B2 menuju VIP B1. Menariknya, urutan duduknya pun hampir sama saat di VIP B2, Bupati Indah dan Bupati Husler, mengapit Bupati Mudzakkar yang ada di tengah.
Saat Presiden tiba, jutaan pasang mata langsung tertuju pada sosok yang sangat familiar. Mata kamera dari para pencari berita pun menatap satu sosok berkemeja putih yang tak lain adalah Presiden Jokowi. Suasana menjadi cair dan pecah saat Jokowi mulai mengalir berbicara.
“Saya senang hadir di sini, saya memang sangat menunggu untuk datang di acara ini supaya bisa bertemu dengan bapak/ibu para petani sekalian,” ujar Jokowi di awal sambutannya.
“Jika bapak ibu tidak ada, kita mau makan apa. Kalau tidak ada nelayan yang bekerja keras, kita mau makan ikan apa. Makanya itu, kita semua harus sayang kepada petani dan sayang kepada nelayan,” terang Jokowi.
Presiden Jokowi juga membagi-bagikan enam unit sepeda kepada tiga petani jagung dan tiga petani kakao yang ditunjuk untuk naik di atas panggung dan berdialog dengan mereka.
Ada kejadian unik hingga membuat Jokowi tertawa lepas. Seorang petani kakao asal Sulsel ngotot ingin naik ke panggung, meski dilarang pihak pengamanan demi untuk berdiskusi dengan Jokowi. ”Saya ngotot naik karena ingin mengamalkan sila kelima pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top