Gojentakmapan

14 Motor Terjaring Operasi

BKM/KR KULLE OPERASI PATUH -- Suasana operasi Patuh yang digelar jajaran Satlantas Polres Jeneponto di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Belokallong, Minggu kemarin.

JENEPONTO, BKM — Sebanyak 14 unit sepeda motor terjaring operasi patuh yang digelar Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Jeneponto. Dari 14 unit, dua unit di antaranya diduga motor bodong. Karena pengendaranya tidak dapat memperlihatkan surat-surat baik SIM maupun STNK.
”Pemilik motor yang diduga bodong dan tidak membayar surat tilang di pengadilan dengan alasan tidak jelas, kita akan serahkan ke bagian Reskrim Polres Jeneponto untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Ribi saat dihubungi BKM di ruang kerjanya, Minggu (7/5).
Sementara 12 pemilik motor setelah membayar surat tilang, pemiliknya dipersilakan untuk mengambil kendaraannya. ”Tapi bagi pemilik kendaraan yang kendaraannya memakai knalpot racing atau bogar yang memekkan telinga, kita minta diganti dulu, baru bisa diambil atau dikeluarkan,” jelas Ribi.
Menurut Ribi, umumnya pengendara yang terjaring operasi tidak memakai helm di jalan raya dan juga tidak bisa menunjukkan SIM. ”Makanya, yang tidak memakai SIM karena masih anak SMP atau anak di bawah umur, kita panggil orangtuanya agar tidak membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor di jalan raya untuk menghindari jatuhnya korban sia-sia. Itu yang kita tidak harapkan bersama,” ujarnya.
Pengendara motor yang tidak menujukkan SIM dan STNK mengaku bernama Syafri beralamat di Balang Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, pekerjaan siswa SMAN 1 Jeneponto mengatakan, motor yang dipakainya, bukan motornya.
”Ini motor teman yang saya pinjam. Tidak mungkin bodong karena pemilik motor anak PNS juga sering dipakai ke sekolah,” kata Syafri mengelak. (krk/mir/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top