Gojentakmapan

Tujuh Siswa SMPN 1 Pallangga Tolak Ikut UN

GOWA, BKM — Sebanyak tujuh orang siswa SMPN 1 Pallangga yang tidak ikut ujian nasional (UN). Alasannya tidak mau dan karena kemauan sendiri. Adnan mengernyitkan alis saat dilapori Kepala SMPN 1 Pallangga, St Hasnawati terkait ketidakhadiran ketujuh siswanya itu untuk UN.
Hal ini membuat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan merasa perlu melakukan satu upaya khusus untuk membuat siswa-siswa tersebut sadar dan bisa kembali mengikuti UN yang sementara sudah berjalan dua hari.
”Kita harus cek kebenarannya. Kalau memang begitu adanya, maka kepala sekolah dan Diknas harus kembali memberikan pemahaman kepada orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Pak Kadis, tolong perbanyak kopian Perda pendidikan gratis kemudian bagikan kepada para orangtua siswa agar mereka paham, jika tidak menyekolahkan anaknya maka ada sanksi yang akan dikenakan pada orangtua siswa,” tandas bupati di sela meninjau UN hari kedua di SMPN 1 Pallangga didampingi Kadis Diknas Gowa, Dr Salam, Rabu pagi (3/5).
Ditanya jika seandainya memang anaknya yang tidak mau sekolah, menurut bupati, maka Pemkab dan Diknas akan mencari solusi untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar mau sekolah.
Perda No 4 tahun 2008 tentang pendidikan gratis (Bab VIII Pasal 14) jika dilanggar sanksinya berat yakni kepala sekolah, guru serta komite sekolah diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta atau hukum pidana kurungan sekurang-kurangnya enam bulan penjara.
Di SMPN 1 Pallangga ini sebanyak 792 siswa ikut UN termasuk di dalamnya 11 siswa asal sekolah Yayasan Muhlisin Pallangga. Dari jumlah 792 orang peserta UN ini sebanyak tujuh orang siswa tidak mengikuti ujian masing-masing empat laki-laki dan tiga perempuan.
Seperti dikatakan Kepala SMPN 1 Pallangga, St Hasnawati kepada media, ketujuh siswa itu memang sejak ujian sekolah sebelumnya memang sudah tidak mau ikut ujian. ”Iya. Mereka memang sudah tidak ikut ujian sekolah dan tetap tidak mau ikut ujian nasional. Kami sudah berkali-kali mendekati orangtua masing-masing agar membujuk anaknya ikut ujian. Tapi menurut mereka (orangtua), memang anaknya yang tidak mau ujian,” jelas St Hasnawati.
Ujian hari kedua kemarin, para siswa menghadapi ujian mata pelajaran matematika dari empat mata pelajaran yang diujikan selama empat hari, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top