Sulselbar

SPSI Gelar Festival, FSPMI Lakukan Jalan Mundur

PASANGKAYU, BKM — Hari Buruh atau May Day juga diperingati Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mamuju Utara (Matra). Namun berbeda dengan kelompok buruh lainnya yang menggelar aksi demo menuntut pencabutan PP No 78 tahun 2015.
SPSI Kabupaten Matra justru asyik dengan festival yang dilaksanakan di PT Letawa, salah satu anak perusahaan PT AAL.
Ketua SPSI UK PT Letawa, Muh Faidar, saat diwawancarai mengatakan, kegiatan ini tidak lain demi mempererat silaturahmi dan kerjasama antara buruh dan pihak manajemen perusahaan.
”Hal seperti ini sangat perlu dilakukan demi menjaga kebersamaan serta silaturahmi antara pekerja atau buruh dengan pihak manajamen”, ujarnya.
Namun di tempat lain, Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Matra memperingati hari buruh dengan cara melakukan aksi long march dengan cara berjalan mundur sebagai aksi protes belum dicabutnya PP 78 tahun 2015.
Herman Yunus, Ketua FSPMI, mengatakan, mereka yang melakukan festival dangdutan itu tidak paham sejarah buruh. Karena aksi may day adalah sejarah panjang. Dimana, tonggak perlawananan kaum buruh melawan kaum kapitalisme.
Dimana saat itu, tahun 1886 kaum buruh di Chicago, Amerika Serikat melakukan aksi mogok massal. Sebanyak 400 ribu massa buruh turun ke jalan melawan kaum kapitalisme dalam hal ketidakadilan. Karena pada saat itu terjadi sistem perbudakan.
”Kalau ada serikat lain yang melakukan festival dangdutan, kami tidak gabung. Karena mereka itu tidak paham tentang sejarah May Day. Karena May Day ini adalah aksi bukan festival atau pawai,” tegas Herman. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top