Berita Kota Makassar | Paket None-Cicu Rival Tangguh Danny
Headline

Paket None-Cicu Rival Tangguh Danny

MAKASSAR, BKM — Kontestasi para kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Makassar terus menggelinding. Nama-nama yang bakal meramaikan perhelatan demokrasi lima tahunan ini kian ramai.
Apalagi partai politik pemilik kursi di legislatif telah ada yang membuka penjaringan dan pendaftaran bakal calon. Sebut saja Partai Gerindra dan PAN.
Nama-nama yang telah mengambil formulir pendaftaran di dua parpol tersebut tak jauh dari prediksi selama ini. Seperti Moh Ramdhan Pomanto, Irman Yasin Limpo, Andi Rahmatika Dewi, Andi Mustaman, Nunung Dasniar, Samsu Rizal hingga Haris Yasin Limpo.
Setelah nama balon mengerucut, wacana paket mulai digulirkan. Salah satu yang menguat adalah Irman Yasin Limpo berpasangan dengan Andi Rahmatika Dewi.
Saat ini, Irman yang karib disapa None menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Sulsel. Sementara Andi Rahmatika Dewi tercatat sebagai wakil ketua DPRD Sulsel dari Partai Nasdem. Perempuan yang biasa disapa Cicu ini adalah ketua DPD Nasdem Kota Makassar.
Jika None dan Cicu kelak jadi berpasangan di pilwali, paket ini disebut-sebut akan menjadi lawan tanggung sang petahana Moh Ramdhan Pomanto. Salah satu alasannya, karena None sudah memiliki pengalaman bertarung pada pilwali 2013 lalu.
”Pak None juga termasuk birokrat yang cukup berhasil dalam membina SDM Pemprov Sulsel. Perolehan suara dan gerakan None berhasil mengungguli pasangan kuat saat pilwali lalu, yakni Supomo Guntur-kadir Halid serta pasangan Tamsil Linrung-Das’ad Latif,” ujar dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono, Selasa (2/5).
Sementara Cicu, tambah Arief, punya pengalaman di parlemen. Baik sebagai legislator Golkar Makassar, maupun DPRD Sulsel dari Partai Nasdem.
“Jadi beliau (Cicu) termasuk tokoh yang memiliki basis massa yang harus diperhitungkan, terutama oleh petahana. Karena berasal dari faksionalisasi Ilham Arief Sirajuddin yang merupakan mantan wali kota Makassar dua periode,” jelas Arief
Dari sisi parpol, None dan Cicu memiliki peluang diusung oleh koalisi parpol yang diinisisasi oleh Partai Nasdem. Baik None maupun Cicu juga sudah mengambil formulir di Partai Gerindra Makassar.
Cicu yang dimintai tanggapannya, mengaku memang pernah berkomunikasi dengan None, tapi tidak menyinggung soal pilwali Makassar. Tak hanya itu, Cicu juga bernah bertemu dengan mantan calon wali kota Makassar Rusdin Abdullah di sebuah warkop.
“He… he..he… Belum. Masih panjang waktu. Semua masih cair,” kelit Cicu, kemarin.
Politikus berkacamata ini mengatakan, terlalu dini untuk bicara paket-paket.
None yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan dirinya belum sampai ke arah tersebut (pilwali Makassar). Dirinya masih fokus bekerja sebagai Kadis Pendidikan Sulsel.
“Jangankan paket. Pergi mendaftar saja saya belum ada niat. Itu yang ada saya didaftarkan. Ini bagian dari pendidikan demokrasi. Jadi calon lain sama dengan yang mendaftarkan saya,” tegasnya.
None juga mengatakan, dirinya dan Cicu sama-sama anak buah Rusdi Masse (RMS). Tapi, tentu yang paling didahulukan adalah Cicu.
“Saya dengan Cicu sama-sama anak buahnya RMS. Tentu yang paling didahulukan adalah Cicu,” ungkapnya.
Sekadar mengingatkan, pada pilwal lalu None berpasangan dengan Busrah Abdullah. Namun, duet ini dikalahkan oleh pasangan Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal. Dari sepuluh pasangan, None menjadi peraih suara terbanyak kedua setelah pasangan pemenang.
Soal formulir yang diambil oleh leasing officernya (LO), adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini mengelak jika dirinya yang berniat dan meminta perwakilannya untuk mendaftar di PAN dan Gerindra. Hal itu terjadi karena ada beberapa orang yang mendukungnya untuk maju di pilwali.
“Anda sudah bisa membedakan kalau ada orang yang mendaftar dan orang yang didaftarkan. Ini juga bagian dari demokrasi. Seutuh-utuhnya demokrasi adalah kebebasan orang untuk menentukan pendapatnya, bukan disuruh pergi mendaftar,” kata None.
Menurut dia, apa yang terjadi sekarang bisa menjadi tolak ukur kekuatan dirinya jika maju kembali di pilwali. “Jadi bisa diukur kekuatan saya. Tidak pergi mendaftar saja, sudah ada yang mendaftarkaan saya. Sementara yang lain kan pergi mendaftar. Kalau metodologi survei, berdasarkan pendaftaran saya yang paling tinggi,” jelasnya. (rif-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top