Pemkot Akan Bangun Rumah Susun Untuk Buruh – Berita Kota Makassar
Metro

Pemkot Akan Bangun Rumah Susun Untuk Buruh

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar bakal membangun rumah susun (rusun) khusus buruh, di lokasi industri guna memudahkan dan membantu perekonomian pekerja.

“Kita bikin rumah susun untuk buruh, supaya tidak bayar mahal kontrakan. Rusun juga bertujuan untuk meringankan beban kaum buruh demi hidup yang layak,” tegas Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, A Irwan Bangsawan saat menghadiri peringatan Hari Buruh (May Day) di bawah jembatan Fly Over, Senin (1/5).
Irwan mengatakan buruh merupakan tonggak kemampuan daerah dalam memajukan perekonomian. Olehnya itu, Irwan meminta pengusaha dan buruh untuk tidak bertentangan.
Lebih jauh kata Irwan, semua tuntutan yang diterima Pemerintah Kota Makassar melalui Disnaker Kota Makassar di hari buruh internasional atau May Day diterima dan akan ditindak lanjuti demi membantu mencapai kesejahteraan kaum buruh.
Namun semua tuntutan para buruh tidak banyak yang dapat ditindak lanjuti Disnaker Kota Makassar. Sebab seluruh pengawasan terhadap perusahaan dan kondisi pekerja telah beralih ke Pemprov Sulsel.
“Kewenangan kami di Pemkot Makassar tetap memberikan sosialisasi dan pembinaan terhadap perusahaan dan kaum buruh guna memberikan kesejahteraan terhadap kaum buruh,” sebutnya.
Dia menambahkan Pemkot Makassar juga akan memberikan Rumah Susun terhadap kaum buruh untuk meringankan beban kaum buruh demi hidup yang layak.
Sehari sebelumnya, A Irwan Bangsawan juga hadir sebagai narasumber dalam diskusi ketenagakerjaan yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bertajuk refleksi hari buruh bagi pekerja Pers menyebut, di tahun ini Disnaker Kota Makassar telah banyak menerima laporan langsung dari pekerja atau buruh yang ada di Kota Makassar.
Disebut sekitar 40 perusahaan terdata di Disnaker Kota Makassar bermasalah dihubungan industrial antara pekerja dan perusahaan, seperti masih ada perusahaan yang belum memenuhi hak-hak pekerja dengan memberikan upah sesuai dengan UMK, memberikan jaminan sosial untuk kesejahteraan pekerja serta memberikan pesangon terhadap pekerja yang di PHK.
“Di hari buruh ini, kami meminta kepada seluruh pekerja termasuk pekerja Pers untuk melaporkan setiap keluhan di Disnaker Kota Makassar. Kami jamin kerahasiaan kami jaga dengan baik untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, pada peringatan Hari Buruh, kemarin, ratusan buruh yang menggelar aksi di jembatan fly over meminta pemerintah dan DPR melakukan tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia, khususnya buruh di Sulsel. Mereka-pun menuntut dihapusnya PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang dinilai semakin menyengsarakan buruh.
Contoh nyata penerapan sistem upah murah, masih banyak tenaga kontrak dan outsoursiching yang membuat lemahnya posisi tawar kaum buruh yang mengalami sistem kerja kontrak.
Apalagi kesejahteraan kaum buruh semakin jauh dari namanya kesejahteraan. Untuk itu di peringatan hari buruh May Day, kaum buruh terus memperjuangkan nasib mereka demi mencapai kesejahteraan.
“Sistem ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. Saat ini Undang-undang ketenagakerjaan banyak mengatur sistem Kerja yang tidak memberikan kesejahteraan bagi pekerja atau buruh seperti sistem kontrak, outsouching ,” tegas Jendral Lapangan aksi buruh, Salim Samsur.
Peringatan hari buruh kemarin, ratusan buruh memadati jalan bahkan menggunakan mobil pick up dan tronton menutupi bahu jalan. Mereka satu persatu bergantian menyampaikan tuntutan dengan cara berorasi.(arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top