Metro

Israj Mi’raj Strategi Bumikan Salat

BKM/ZAIN SYAM DIMAS-- H Dimas Maryono, SAg.MAg saat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw di Masjid Nurul Jihad Jl Tupai Minggu malam (30/4).

MAKASSAR, BKM– Muballigh ulung H Dimas Maryono, SAg.MAg mengatakan, Israj Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati tiap tahun, merupakan grand strategi membumikan salat. Pilar analisis dan kajian pembahasannya mengandung tiga unsur utama, yaitu soal ilmu kita (manusia) yang sangat sedikit, ilmu Nabi yang sebagian kecil dan ilmu Allah yang amat luas.
Hal tersebut disampaikan Dimas Maryono saat membawakan materi Israj Mi’raj Minggu malam (30/4) di Masjid Nurul Jihad , Jalan Tupai Makassar.
Hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Nurul Jihad, Drs. H Samsu Alang, MSi, Ketua Yayasan Nurul Jihad, Drs H Siang Russeng, para pengurus yayasan seperti, Abd Hafid Jampa, MM, H Fahruddin Jaya, SH sekretaris A Rosadi Cahyadi, SAg, ratusan anggota majelis taklim dan masyarakat.
Dimas Maryono menyebut, ilmu Allah yang amat luas seperti air laut yang tak pernah kering dan segala isinya untuk dimanfaatkan manusia. Hubungan cipta dan perintah antara roh dengan jasad . Roh ada di bawah Amr (perintah), sedangkan jasad ada di bawah khaliq (cipta). Keduanya merupakan komponen dari hidup manusia saling memerlukan. Roh adalah abadi, karena itu lebih penting dari jasad. Namun roh tidak mengalami sesuatu di dunia nyata ini tanpa jasad sebagai wadahnya. Roh berwatak ilahi sedangkan jasad (nafs) berwatak alami. Fungsi roh dalam jasad untuk mengatur, memimpin, menggerakkannya, serta menyertainya, tapi tidak menetap di dalam anggota badan tertentu.
Dalam uraian, analisis dan kajian yang dalam, Maryono memberi simpulan, tujuan penciptaan yang komprehensif dan terintegrasi itu untuk mensucikan Allah.
Oleh karena watak alami dari nafs ada pada manusia, maka nafs itulah yang mengalami sikasaan, kesedihan, kesenangan, dan keinginan, sedangkan roh tidak menderita sedikit pun seperti apa yang dialami oleh nafs. Nafs inilah yang ditempa, dididik dan dilatih dalam mistik-amali atau dalam ibadat (solat)
dengan memperbanyak dzikir, yaitu senantiasa mengingat kepada Allah agar hawa nafsu bisa terkendali dan sikap kehendak dari hati supaya mencerminkan kesucian, sebagaimana sucinya roh itu sendiri.
Dengan begitu, jelas Maryono, kita membumikan sholat manfaatnya tidak hanya memerangi nafs ammarah dalam diri masing-masing (yang selalu mendorong manusia berbuat buruk dan patuh pada kemauan syahwat), memerangi nafs lawwamah (yang membawa ketidaktenangan dan kegelisahan atas godaan kehidupan duniawi), menuju nafs mulhimah (nafs yang sudah diilhami dengan sinar kesucian) dan nafs muthmainnah (yang berserah diri kepada kehendak Tuhan, yang sudah tenang dan terhindar dari keraguan). Melainkan juga pemeliharaan kesehatan terwujud secara berkelanjutan dan berkesinambungan melalui pendekatan sujud dan rukuk. (zai)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top