Wujudkan Jeneponto Gammara – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Wujudkan Jeneponto Gammara

IST H Imam Taufik Bohari

JENEPONTO, BKM — Kinerja Bupati Jeneponto, Drs H Iksan Iskandar MSi dalam memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) ke 154 Kabupaten Jeneponto yang jatuh pada 1 Mei 2017, masih perlu ditingkatkan.
Seperti dikemukakan Ketua DPD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, H Imam Taufik Bohari SE MSi, ketika ditemui Berita Kota Makassar di rumahnya Jalan Pahlawan Bontosunggu, Jumat (28/4), perjalanan pemerintahan Bupati Jeneponto, Drs H Iksan Iskandar MSi Karaeng Ninra dan Wakil Bupati Jeneponto, H Mulyadi Mustamu SH Karaeng Tinggi yang dikenal tagline Siap-Bisa, sudah memasuki tahun keempat.
Dimana, konsep perubahan yang menjadi menjadi fokus utama, tentu sudah dapat dilihat dan nilai dalam bentuk fisik Jeneponto. Terutama di perkotaan, tidak dapat dipungkiri sudah banyak berubah ke arah lebih baik.
Seperti penataan kota dengan membuat taman-taman kota di beberapa titik untuk memperindah kota. Terutama taman kota Turatea yang menjadi ikon Kota Bontosunggu sebagai ibukota Kabupaten Jeneponto.
Ada beberapa capaian yang telah diraih pasangan Iksan-Mulyadi. Salah satunya meraih Piagam Adipura. ”Semoga ke depan, Kabupaten Jeneponto sudah bisa meraih Piala Adipura. Karena masyarakat Jeneponto sangat mendambakannya,” tutur Imam yang juga berprofesi sebagai dosen.
Untuk sektor pengelolaan keuangan, Jeneponto sudah keluar dari gelar disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Diharapkan ke depan, penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadikan Jeneponto meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Ri
”Jeneponto sudah bukan lagi atau keluar dari cap merah Daerah Tertinggal (DT). Ini ditandai dengan signal kalau guru di daerah terpencil distop tunjangan gajinya dari Kementerian Pendidikan RI. Alasannya, Jeneponto sudah bukan Daerah Tertinggal. Ini pertanda sudah ada perubahan atau keberhasilan,” ungkapnya.
Untuk infrastruktur jalan sudah sampai ke pelosok desa. Makanya, perlu diberi apresiasi. Namun tidak dipungkiri, masih ada jalan rusak yang perlu perbaikan untuk meningkatkan atau memperlancar arus barang atau meningkat ekonomi pedesaan.
Secara obyektif, masih perlu mengkritisi beberapa hal yang menjadi sangat penting untuk segera dibenahi. Dalam beberapa waktu tersisa pemerintahan Siap-Bisa, disharmonisasi ‘dipertontonkan’ kepada rakyat. Dimana, hubungan antara bupati dan wakil bupati sudah terasa perseteruannya dalam dua tahun terakhir.
Padahal, Pemilukada masih jauh. Hal ini tentu berimbas kepada jalannya roda pemerintahan yang ditandai sangat leletnya penetapan APBD Jeneponto TA 2017. Ini imbas dari ketidakharmonisan, maka rakyat yang jadi korban. Karena roda ekonomi stagnan bahkan cenderung sepi atau menurun.
Masih menurut Imam, masyarakat juga meminta dilakukan evaluasi sekaligus pembenahan dan pembinaan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau tidak mau dan tidak mampu bekerja sesuai harapan, diamputasi saja. Lebih baik diambil tindakan tegas daripada menghambat pemerintahan.
”Bangun hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif yang merupakan satu kesatuan dalam bingkai pemerintahan berlandaskan niat baik dan tulus di dalam pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan masyarakat sejahtera menuju Jeneponto Gammara,” tandas Imam Taufik. (krk/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top