Berita Kota Makassar | Sabri: Biarlah Saya Berjuang Sendiri
Uncategorized

Sabri: Biarlah Saya Berjuang Sendiri

Muh Sabri Asisten I Pemkot Makassar

MAKASSAR, BKM — Sepi. Satu kata untuk menggambarkan ruang kerja Asisten I Pemkot Makassar Muh Sabri, Jumat (28/4).
Ruangan tersebut terletak di lantai 9 menara Balai Kota Makassar Jalan Ahmad Yani. Sang empunya kamar memilih tak masuk kantor, setelah sehari sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.
Mantan camat Tamalanrea itu terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini tak berkantor, meski bukan hari libur.
Hanya ada dua orang staf terlihat di ruang kerja Sabri. Laki-laki dan perempuan yang mengenakan pakaian biasa itu duduk di depan ruang kerja Muh Sabri membereskan berkas yang ada di atas meja.
”Belum datangki bapak. Kemarin juga tidak datang. Tidak tahuka juga jam berapa nanti bapak datang,” ujar Rizal, seorang staf Asisten I, kemarin.
Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk mendampingi Sabri. Pendamping itu diminta disediakan oleh Bagian Hukum pemkot. Langkah ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan pimpinan terhadap bawahannya.
”Biar bagaimanapun Pak Sabri itu pejabat saya. Pasti saya usahakan bantu dengan menyiapkan kuasa hukum,” kata wali kota yang akrab disapa Danny itu, Jumat (28/4).
Sejauh ini, orang nomor satunya Kota Makassar itu belum merencanakan memberhentikan Muh Sabri dari jabatannya untuk sementara waktu ataupun mencari pengganti. Meskipun Muh Sabri telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ada penahanan.
“Belum ada rencana memberhentikan sementara waktu, karena belum ada penahanan. Baru tersangka. Seperti sebelumnya Ismunandar (mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika) sudah dijadikan tersangka, tapi bertahun-tahun baru ditahan,” jelas Danny.
Setelah sempat ‘menghilang,’ Sabri akhirnya angkat bicara terkait kasus yang kini tengah melilitnya. Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar itu bersedia mengangkat handphonenya ketika dihubungi BKM, Jumat sore (28/4).
Dengan nada suara yang penuh tekanan dan kekecewaan, Sabri memberi klarifikasinya. Dengan tegas ia membantah telah menerima satu senpun uang dari hasil sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo hingga membuat dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel.
“Semuanya sudah jelas. Saya ditetapkan sebagai tersangka. Sudah seperti itu. Saya tegaskan bahwa tidak ada sepeserpun saya terima. Bukan juga saya yang menyewakan itu lahan negara. Kejaksaan semuanya tahu soal itu. Saya tidak mau jelaskan lebih jauh sekarang. Nanti di persidangan,” kata Sabri.
Sabri menyebut, pada saat pembayaran penyewaan lahan negara, dirinya tidak hadir. Sehingga ia tidak mengetahui kapan pembayaran uang sewa dilakukan.
“Saya pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Pembayarannya saja saya tidak tahu kapan. Saya juga tidak hadir pada saat penyewaan. Saya baru tahu setelah ada transaksi dan mau dimediasi. Saya lihat ada tandatanganku, ya sudahmi,” cetusnya.
Dalam menyelesaikan masalah yang ada, Sabri tidak bersedia untuk dibantu siapapun. Termasuk untuk menyediakan tim kuasa hukum.
“Saya tidak bersedia. Tidak usah. Biarlah saya sendiri untuk memperjuangkan hak-hak saya sebagai warga negara sesuai dengan fakta hukum. Kalau salah, saya siap pertanggungjawabkan semuanya. Begitu juga kalau tidak bersalah, saya siap. Biarkan pengadilan yang buktikan,” tegasnya. (arf/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top