Sulselbar

Mentan Perkuat Komoditas Strategis di Sulbar

MAMUJU, BKM — Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, untuk ketiga kalinya melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Saat berkunjung, menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Merdeka Mamuju.
Kedatangan Mentan Amran Sulaiman disambut Asisten Administrasi Umum, Djamila didampingi Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang, Danrem 142 Tatag, Sumantri H, dan para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar.
Kunjungannya ke Sulbar kali ini, dalam rangka penguatan komoditas srategis khusus Sulbar. ”Khusus bagi daerah Sulawesi Barat, selain penguatan komoditas strategis khusus Sulbar, juga penguatan pangan, seperti meningkatkan produksi padi,” kata Amran Sulaiman kepada wartawan di ruang Lepa-lepa Hotel D’Maleo Mamuju, Rabu (26/4).
Diharapkan pada tahun ini, Indonesia tidak lagi impor jagung. Dan itu merupakan mimpi bangsa Indonesia dibidang bahan pangan. Untuk tahun ini, diprogramkan satu juta hektare di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Barat.
”Alhamdulillah, saya menerima laporan besok kita panen di tengah sawit,” tutur Amran
Dikemukakan, menyambut kedatangan bulan Ramadan, telah dipersiapkan 2 juta ton lebih stok beras, 40 ton daging, 400 ribu ton gula, dan 138 ton jagung. Dengan demikian, akan menjamin kebutuhan pangan masyarakat.
Untuk menjamin kebutuhan pangan, Mentan Amran Sulaiman juga telah membetuk Satgas pangan yang telah berhasil menjebloskan 40 orang mafia pupuk. Tidak hanya itu, oknum tindak penggelapan cabe dan beras oplos juga telah dibekuk kepolisian setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sulbar, Hamzah, mengemukakan, keinginan Mentan menjadikan komoditi jagung besar di Sulbar merupakan menjadi harapan yang sangat luart biasa bagi petani, dimana jagung merupakan komoditi sentra di Sulbar, khususnya pada tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah (Mateng), dan Mamuju Utara (Matra).
”Komoditas jagung merupakan komoditas unggulan nasional termasuk di Sulbar yang sangat mudah dan telah disenangi masyarakat. Ditahun 2016 ada kenaikan produksi di atas 200 ribu ton lebih. Dan pada tahun ini ditargetkan 400 ribu ton lebih,” kata Hamzah.
Ditambahkan, keinginan Mentan kiranya Provinsi Sulbar memiliki nilai tambah, tidak hanya berfokus pada komoditi jagung, tetapi dibidang peternakan, Sulbar dapat menciptakan produk baru berupa daging sosis.
”Ada nilai tambah disitu. Kita tidak menjual jagungnya begitu. Tetapi paling tidak harus diolah menjadi bahan pakan di sini. Tersuplai dan kita olah lagi. Ternaknya jadi daging dan menciptakan produk sosis yang akan menjadi nilai tambah,” ucap Hamzah.
Selama di Sulbar, Mentan juga meninjau pabrik CPO di PT Surya Lestari II di Polohu, Kabupaten Mateng, serta peninjauan pabrik pengolahan minyak goreng PT Tanjung Sarana Lestari di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, dan melakukan peninjauan ke pabrik CPO di Desa Pasangkayu. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top