Politik

Kecewa Rastra tak Laik Konsumsi

KRITIK--Bakal Gubernur Sulsel Abd Rivai Ras bersama elit Partai Demokrat baru-baru ini. Rivai Ras melontarkan kritiknya atas temuan beras yang tak layak konsumsi di Jeneponto.

BAKAL Calon gubernur Sulsel Abd Rivai Ras melontarkan kritikannya atas adanya warga Jeneponto yang mengkonsumsi beras sejahtera (Rastra), namun sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Rivai Ras yang mendapat laporan terkait kasus beras tak laik konsumsi yang dulunya dikenal dengan nama beras miskin (raskin) itu, langsung angkat bicara lantaran beras seperti itu menyebar di provinsi yang dikenal sebagai lumbung beras. “Provinsi kita ini kan dikenal sebagai lumbung beras. Setiap tahun kita surplus beras, terakhir 2,6 ton, bahkan kita mengekspor beras kualitas premium ke 22 provinsi lain di Indonesia. Kan jadi aneh kalau warga kita sendiri yang tergolong prasejahtera itu diberi beras yang tidak layak konsumsi. Provinsi lumbung beras kok bisa begini, sesal Bro Rivai panggilan akrab Rivai Ras, Jumat (28/4).
Menurut penuturan warga, beras rastra tersebut berbau dan penuh kutu. Teksturnya pun tak laik disebut beras, sebab sudah hancur seperti tepung dan berwarna kuning. Bro Rivai menduga beras yang dibagi pihak Bulog Jeneponto tersebut sudah daluarsa. “Bahan pangan yang sudah daluarsa itu berbahaya bagi kesehatan. Jangan karena penerimanya adalah masyarakat yang kurang mampu, terus semena-mena kita kasi beras yang cocoknya untuk pakan ternak!” tegas alumni studi kepemimpinan di Inhere Furhung, Strausberg dan Berlin ini penuh emosi.
Alumni Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Giessen University, Jerman ini mengimbau manajemen bulog agar tidak bertindak dikriminatif terhadap warga Sulsel yang kurang mampu. “Andaikan saya seorang gubernur, justru saya akan memberikan beras kualitas premium untuk warga kita yang miskin. Hidup mereka sudah sulit, jangan dibuat tambah sulit lagi. Kita justru harus mengupayakan agar mereka bisa menikmati makanan yang enak dan menyehatkan. Paling minimal itu. (rls)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top