Headline

Honorer Keluhkan Gajinya Disunat

GOWA, BKM — Setelah dituding memotong beasiswa siswa miskin beberapa bulan lalu, kini SMPN 2 Sungguminasa kembali bersoal. Kali ini terkait pemotongan honor puluhan tenaga honorer yang mengabdi di sekolah ini.
Hal tersebut mencuat ketika hampir 30 orang tenaga honorer di SMPN 2 Sungguminasa, baik yang berstatus guru maupun staf tata usaha mengeluhkan jumlah honornya yang diterima berkurang dari semestinya. Pemotongan itu, diakui para honorer dilakukan oleh kepala sekolah Adri Ondong melalui bendahara sekolah. Nilainya bervariasi. Antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Kepala SMPN 2 Sungguminasa Adri Ondong yang dikonfirmasi, Kamis sore (26/4) membantah tudingan pemotongan upah para honorer. Adri menyebut hal itu sangat tidak benar.
“Itu tidak benar. Itu fitnah. Tidak ada pemotongan. Honor yang dibayarkan kepada para guru maupun staf TU sesuai jam kerjanya. Jika dia guru, maka sesuai jam mengajarnya. Kalau staf, maka sesuai jam kerjanya di sekolah. Tidak dihitung jika hari libur,” terang Adri.
Mantan kepala SMPN 3 Pallangga ini juga menjelaskan jika upah honorer itu jelas hitungannya sesuai jam mengajar, yakni dikali Rp10.000 ribu per jam. “Jadi kalau ada yang terima sedikit, tentu jam mengajarnya juga sedikit. Kan hari libur tidak dihitung. Yang saya pikirkan sekarang bagaimana anak-anakku, khususnya kelas IX bisa mengikuti ujian nasional dengan baik dan sukses nanti,” kata Adri.
Hal senada dikatakan Rusli, bendahara sekolah SMPN 2 Sungguminasa. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemotongan gaji para honorer. ”Honor mereka dibayarkan sesuai jam kerjanya saja,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa Dr Salam yang dikonfirmasi, Jumat pagi (28/4) mengaku baru mendengar informasi tersebut. ”Nanti saya apa benar atau tidak. Jika itu benar ada, tentunya akan ada sanksi bagi yang bersangkutan,” tandas kadis. (sar/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top