Headline

Rumahnya Didemo FKPPI, Mukhtar Tompo Tersinggung

MAKASSAR, BKM — Sekelompok massa berpakaian seragam Forum Komunikasi Putera Puteri TNI/Polri (FKPPI) Sulsel menggeruduk rumah pribadi Mukhtar Tompo, di kompleks Perumahan Hijau Lestari Blok Q7 Jalan Hertasning, Kamis (27/4). Mereka juga datang ke kantor DPD Partai Hanura Sulsel di Jalan Sultan Alauddin.
Aksi unjuk rasa puluhan orang ini sebagai bentuk protes atas pernyataan Mukhtar Tompo, anggota DPR RI asal Sulsel. Salah seorang koordinator aksi Agus Sumantri, mengatakan aksi ini digelar karena legislator Senayan itu dinilai telah mendiskreditkan Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang juga ketua FKPPI Sulsel.
Agus mengatakan, Mukhtar Tompo telah mengeluarkan pernyataan, bahwa pembangunan Bendungan Karaloe di Kabupaten Jeneponto hanya merupakan pemanis bibir saja. Merupakan sandiwara politik dan sinetron berseri yang ditampilkan Syahrul.
“Padahal, seperti yang kita lihat bersama, gubernur sudah bersungguh-sungguh memperjuangkan kehadiran bendungan tersebut. Seandainya tidak ada wujudnya, bolehlah dikritik,” cetus Agus yang pernah menjabat kepala biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel.
Agus sangat menyayangkan kata-kata pedis itu keluar dari mulut seorang wakil rakyat. “Seharusnya, sebagai wakil rakyat dia membantu untuk mewujudkan sebuah keinginan baik yang akan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Agus.
Karena pernyataannya yang dinilai melukai hati keluarga besar FKPPI itu, Agus menuntut Mukhtar Tompo meminta maaf secara terbuka kepada publik. ermasuk kepada Gubernur Syahrul Yasin Limpo secara langsung.
Di kantor DPW Hanura Sulsel, pengurus FKPPI diterima oleh Wakil Ketua DPW Hanura Sulsel Burhanuddin Baso Tika, Alex Palinggi dan Andi Patawari. Mereka berjanji akan menindaklanjuti tuntutan FKPPI dan segera melaporkan ke DPP Hanura pusat.
Sementara di rumah Mukhtar Tompo, FKPPI diterima salah satu perwakilan keluarga yang juga berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka. Dalam aksinya, massa FKPPI membawa sejumlah spanduk ukuran besar berwarna putih dan bertuliskan cat semprot warna merah. Spanduk tersebut sempat dipajang di depan pagar pintu masuk rumah Muktar Tompo.
Dosen politik Universitas Bosowa 45 Dr Arief Wicaksono menyayangkan aksi FKPPI ini. Kata dia, masalah ketersinggungan FKPPI terhadap pernyataan anggota DPR-RI Muhtar Tompo mengenai bendungan di Jeneponto itu, idealnya disikapi lebih bijak oleh kedua belah pihak.
“Jangan lagi mempertontonkan kekerasan terhadap masyarakat. Saya melihat masalah tersebut masih bisa didialogkan. Mungkin karena Muhtar Tompo tidak menggubris ultimatum FKPPI untuk meminta maaf, makanya dia diserbu aksi yang menjurus kepada tindak kekerasan/premanisme,” ujar Arief.
Akademisi yang cukup dekat dengan Gubernur Syahrul ini mengaku sangat menyesalkan aksi yang dilakukan FKPPI. “Kita menyesalkan aksi premanisme FKPPI yang melakukukan teror di rumah Muktar Tompo, hanya karena mengkritik Gubernur Sulsel SYL terkait pembangunan irigasi Kareloe yang terkatung-katung,” tandasnya.
Kepada BKM tadi malam, Mukhtar Tompo menanggapi aksi demo FKPPI di kediamannya. ”Saya digaji oleh negara atas nama kepentingan rakyat. Sumpah jabatan telah mengikat diri saya. Dengan itu begara juga berkewajiban membela dan melindungi saya berkenaan dengan tugas yang diberikan oleh negara,” ujarnya.
Menurut mantan anggota DPRD Sulsel ini, apa yang disampaikannya sudah betul dan berkaitan dengan tugas dan fungsinya selaku anggota DPR.
“Kalau saya bisa memberi penilaian dan kesimpulan atas kinerja pemerintah, tentunya dengan segala indikator-indikatornya. Jangankan itu, rakyat biasa saja bisa memberi pendapat dan penilaian serta berkomentar. Tak ada seorang pun di negara ini, termasuk pemerintah yang bisa memaksa seseorang untuk berpendapat seragam. Ini negara demokrasi, kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang,” terangnya.
Muktar mengaku dapat memahami sikap FKPPI sebagaimana tuntutan yang dilayangkan kepada media, “Saya merespon positif substansi dari keinginan itu dengan semaksimal mungkin menekan ego saya sebagai pejabat negara. Tapi kenapa mereka masih melakukannya dan mendemo rumah saya? Ini sungguh membuat saya tidak nyaman dan sangat tersinggung,” pungkasnya. (rhm-rif/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top