Headline

Warga Diminta Waspada Kebakaran di Musim Kemarau

MAKASSAR, BKM– Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Imran Samad meminta kepada masyarakat di kota ini untuk tidak lalai, dan selalu waspada terhadap potensi dan ancaman kebakaran yang dapat sewaktu-waktu terjadi.
Menurut Imran, kebakaran yang biasa terjadi di Kota Makassar, khususnya di musim kemarau tidak dapat dikatakan sebagai bencana. Sebab peristiwa yang kerap terjadi kebanyakan karena kelalaian masyarakat sendiri. Seperti dengan meninggalkan kompor yang sedang menyala dan mencuri aliran listrik hingga menyebabkan terjadinya arus pendek.
“Potensi terjadinya kebakaran ada dalam kehidupan keseharian kita. Seperti dengan meninggalkan kompor yang sedang menyala, membakar sampah dan ditinggalkan. Kelalaian dalam penggunaan listrik yang dapat memicu terjadinya arus pendek. Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman dan potensi terjadinya kebakaran,” kata Imran, kemarin.
Permintaan senada disampaikan Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Makassar Hasanuddin. Masyarakat dimintai agar tidak lalai dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terutama terhadap arus pendek listrik dengan memperhatikan kualitas kabel dan pemasangan atau penempatan di atas plafon ketika melakukan penambahan daya.
“Masyarakat agar memperhatikan dengan memeriksa instalasi kabel di atas plafon ketika telah melakukan penambahan beban daya. Kadang kabel yang digunakan hanya kabel serabut. Padahal apabila penambahan daya dengan kapasitas 900 kwh hingga 2.200 kwh atau lebih, sudah harus menggunakan kabel tunggal,” jelasnya.
Menghadapi musim kemarau di Kota Makassar, kata Hasanuddin, masyarakat diminta untuk selalu tidak lalai dengan membuang puntung rokok yang menyala sembarang tempat. Juga tidak melakukan aktifitas bakar sampah di tempat-tempat yang sekitar barang yang mudah terbakar. Seperti alang-alang, kayu kering dan bensin. Menurutnya api kecil begitu sangat mudah menjalar dan berubah menjadi kebakaran hebat.
“Kiranya masyarakat dapat menyiapkan alat proteksi api awal seperti APAR, atau secara tradisional dengan menggunakan karung dan sejenisnya dalam kondisi basah untuk menutup permukaan api awal seperti letupan kompor, dispenser dan alat elektronik lainnya,” terang Hasanuddin. (arf/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top