Gojentakmapan

Pembakar Kantor DPRD Divonis Berbeda

GOWA, BKM — Sidang kasus dugaan pembakaran kantor DPRD Gowa kembali digelar di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Selasa siang (25/4). Sidang ini mendudukkan tujuh orang terdakwa, masing-masing Iksan Dg Tika, Muhammad Ridwan, Syaiful Yuda, Tajuddin, Ikbal Sahid, Ibnu Rahmat, dan Agus.
Sidang dengan agenda putusan yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa, Muh Damis ini, sempat molor dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Awalnya diagendakan digelar pukul 10.00 kemudian beringsut ke pukul 11.00 Wita. Tapi lama menunggu, pihak PN menginformasikan kembali sidang digelar pukul 13.00 Wita namun kembali molor ke pukul 14.00.
Namun dari semua waktu yang disebutkan, sidang tidak juga digelar-gelar. Sidang baru dilakukan pukul 14.15 Wita. Dalam putusan hukum bagi ketujuh terdakwa pembakar gedung DPRD Gowa pascapengukuhan bupati Gowa sebagai ketua Lembaga Adat Daerah (LAD) beberapa bulan lalu itu. Putusan ini dibacakan Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa, Muh Damis di hadapan para pengunjung sidang.
Dikatakan, dari hasil pemeriksaan adanya indkasi dan dari hasil rekaman CCTV dari berita acara berdasarkan fakta, terdakwa telah terbukti melakukan tindak kejahatan pidana Pasal 187 yang menyebutkan barang siapa dengan sengaja membakar dihukum paling lama 12 tahun penjara.
Berdasarkan fakta hukum yang terungkap itu dijelaskan, ada terdakwa membeli dua botol bensin meniju kantor DPRD Gowa dan menyiramkan bensin ke karpet ruang sidang paripurna wakil rakyat tersebut, dan kemudian melakukan dengan sengaja membakar karpet yang telah disiram bensin.
Membakar ruang rapat dan fasilitas yang ada didalamnya. Pelanggaran hukum yang dilalukan para terdakwa yakni melakukan pembakaran dan adanya indikator melalui kerjasama dengan kerja tim yang lengkap. Kondisi ini mengakibatkan terbengkalainya tugas-tugas anggota dewan dan menimbulkan kerugian negara. Karena perbuatan itulah maka ke tujuh terdakwa harus mempertanggung jawabkannya.
Berdasarkan Pasal 55 ayat 1, ada tiga sebutan pelaku. Orang yang melakukan dan orang yang menyuruh melakukan. Menurut Muh Damis, berdasarkan pertimbangan hukum maka dinyatakan jika Iksan Dg Tika terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama dan ganjaran hukumannya adalah penjara selama dua tahun.
Terdakwa Muhammad Ridwan sendiri diganjar Pasal Pasal 187 ayat 1 yakni menyuruh melakukan pembakaran. Ganjaran untuk Muhammad Ridwan adalah penjara selama dua tahun. Sementara Syaiful Yuda, Tajudin, Ikbal Sahid , Ibnu Rahmat serta Agus, masing-masing diputus hukuman satu tahun enam bulan penjara.
Dalam sidang putusan itu, ketua majelis hakim menyatakan salah satu unsur yang meringankan karena tidak adanya korban luka. ”Berdasarkan fakta hukum yang ada ketujuh orang terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana. Hanya saja, ada dua orang yang melakukan pembakaran, dan lima orang hanya melakukan pengrusakan barang bersama-sama dan telah merusak fasilitas daerah yang berkenaan dengan pasal 170 ayat 2 tentang pengrusakan barang atau fasilitas milik gedung DPRD Gowa,” kata Muh Damis.
Sementara itu, kuasa hukum masing-masing terdakwa, Achmad Ilham, mengatakan menerima hasil putusan bacaan majelis hakim dengan menjatuhkan vonis hukuman kepada para kliennya. Dari tujuh terdakwa, semuanya menerima putusan majelis hakim, kecuali satu orang yang berpikir-pikir akan melakukan banding atau tidak.
”Kami menerima putusan majelis hakim dengan vonis hukum yang dijatuhkan. Dari tuntutan hukum sebelumnya tiga tahun, dan vonisnya satu tahun enam bulan,” kata Achmad Ilham. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top