Headline

Rintis Startup dari Kesulitan Teman Memesan iket

HIDUP terkadang cukup menyulitkan. Tapi, tak jarang begitu membahagiakan. Seseorang butuh sebuah kreativitas untuk membalikkan keadaan.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

BEGITU pula dengan Kasman Suherman, pria yang menciptakan tiketbusku.com. Hidup semasa kecil yang terasa susah, telah ia ubah. Kasman menjadi salah satu startup yang cukup sukses di Indonesia.
Hidup di keluarga sederhana tidak membuat ciut dirinya untuk terus menuntut ilmu. Walaupun dengan keungan keluarga yang pas-pasan, ia kemudian meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan sekolah di Makassar. Pendidikan di kota ini dinilainya lebih maju.
Sempat juga menunda kuliahnya sampai satu tahun karena masalah biaya, ia pantang untuk menyerah. Berbagai upaya telah ia lakukan untuk membantu keuangan keluarga, namun selalu saja belum berhasil. Sampai pada akhirnya di pertengahan masa kuliah, Kasman dikenalkan oleh temannya mengenai sebuah usaha dengan basis teknologi atau yang biasa disebut startup.
Apa itu startup? Startup sebenarnya adalah istilah untuk perusahaan yang baru didirikan atau yang sedang dikembangkan. Namun faktanya, kebanyakan startup dipadukan dengan teknologi, internet, website, aplikasi, dan yang berhubungan dengan digital. Jadi bisa disimpulkan bahwa startup adalah perusahaan baru yang bergerak di bidang digital atau media operasinya melalui aplikasi atau sistem digital.
Startup lebih condong kepada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan website. Namun tidak semuanya mengenai jasa pembuatan aplikasi atau website semata. Yang jelas, saat ini istilah startup merupakan label yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan berkenaan dengan dunia teknologi dan internet.
Beberapa startup dunia yang sering kita gunakan saat ini seperti Google, Yahoo, Facebook, Alibaba, dan lainnya. Sedang untuk startup Indonesia yang sangat populer sekarang antara Traveloka, Bukalapak, Gojek, dan sebagainya.
Kasman sendiri adalah salah satu startup Makassar yang telah sukses sampai saat ini. Dengan menciptakan tiketbusku.com, penghasilannya sekarang sudah cukup fantastis.
Kasman mengatakan, startup yang dikelolanya saat ini terinspirasi dari Traveloka. Traveloka yang diketahui adalah alamat digital yang berfungsi dalam transaksi pembelian tiket pesawat. Kehadirannya telah dianggap sukses dalam memudahkan masyarakat untuk membeli tiket pesawat.
Dari manfaat yang telah dilahirkan Traveloka itulah, kasman juga ingin membuat pelayanan pembelian tiket bus menjadi mudah. Ia kerap melihat teman-temannya yang ingin pergi ke luar kota seperti Palopo, Mamuju, bahkan ke Palu, sangat kesulitan memesan tiket. “Teman-temanku yang mau pulang kampung ke daerah biasanya harus ke perwakilan atau terminal dulu beli tiket. Daripada jauh-jauh, kenapa tidak lewat smartphonenya saja dia pesan. Lebih praktis,” jelas Kasman.
Selain alasan untuk memudahkan masyarakat dalam memesan tiket bus, Kasman juga mengatakan jika startup miliknya merupakan platform yang mendukung program Pemerintah Kota Makassar.
“Kita tahu pemkot sekarang ingin menjadikan Makassar berbasis smart city. Semua didukung pakai aplikasi. Kita juga harus senantiasa mendukung, karena ini baik bagi Makassar,” terangnya.
Berbagai kelebihan ditawarkan di tiketbusku.com. Antara lain adalah memilih sendiri bus apa yang hendak dinaiki. Semua bisa dipilih sesuai selera pelanggan, yang bisa dilihat dari fasilitas yang disediakan bus tersebut. Sampai harga tiket masing-masing bus.
Selain itu, para pelanggan bisa menentukan sendiri tempat duduk yang ingin ditempati. Juga bisa tahu mana penumpang pria dan wanita.
Startup tikesbusku. com yang telah dilaunching sejak Desember 2015 ini telah bekerja sama dengan delapan perusahaan otobus (PO) di Makassar. Semuanya dengan tujuan ke Palopo dan sekitarnya, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, sampai Sulawesi Tengah.
Tidak mudah membuat stratup ini. Itulah yang dikatakan Kasman. Berbagai permasalahan kerap muncul, baik di internal startup maupun eksternal. Mulai dari berbeda pendapat dengan timnya, sampai ketidakpercayaan pihak PO kepada tiketbusku.com.
Kasman mengakui, ia sering berdebat sengit dengan timnya kala membentuk tiketbusku.com. Sampai-sampai bahkan ada yang keluar karena Kasman menilai berbeda visi dengannya.
“Saya pernah berbeda visi dengan salah satu anggota tim. Saya mau perkembangannya bertahap. Dia maunya cepat menguntungkan. Saya anggap itu tidak mungkin, sampai dia keluar dari tim,” jelas Kasman.
Untuk masalah internal, Kasman mengatakan jika ia harus berkali-kali meyakinkan pihak PO untuk bergabung dengan tiketbusku.com. “Banyak yang tidak percaya awalnya. Tapi itu wajar. Namun setelah beberapa lama, mereka bisa lihat sendiri hasilnya. Dan Alhamdulillah, mereka sekarang justru sangat mendukung,” lanjut Kasman.
Hingga saat ini, tiap bulannya tiketbusku.com mendapat 4.000 sampai 5.000 pelanggan tiap bulannya. Dari penjualan tiket saja, Kasman mendapat keuntungan Rp5.000 per lembar.
Selain itu, tiketbusku.com juga mendapat penghasilan dari hasil unduhan aplikasi dan kunjungan websitenya. Jika ditotal, omzet per bulan Kasman sejauh ini mencapai kurang lebih Rp50 juta. Pendapatan yang sangat menjanjikan, mengingat ini adalah usaha baru.
Saat ini Kasman tetap terus mensosialisasikan tiketbusku.com agar semua orang mengenalnya. Dalam beberapa bulan ke depan, ia berharap tiketbusku.com bisa mencapai penjualan maksimal dan menembus omzet sampai Rp100 juta.
Ia berharap suatu saat nanti startupnya ini bisa seperti Traveloka. Ia juga berencana memperluas jaringannya. Bukan hanya di Pulau Sulawesi, namun juga dengan PO yang ada di Jawa dan Sumatera. Supaya tiketbusku.com juga bisa diperkenalkan di sana. (*/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top