Berita Kota Makassar | Polres Jeneponto Sita Pupuk Diduga Palsu
Gojentakmapan

Polres Jeneponto Sita Pupuk Diduga Palsu

JENEPONTO, BKM — Kabar adanya pupuk palsu beredar di Kabupaten Jeneponto, langsung direspon aparat Polres Jeneponto. Aparat Polres langsung melakukan penyitaan barang bukti berupa pupuk bio cair atau popro merek Turatea di Toko Karya Tani, Jalan Pahlawan, Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Minggu (23/4). Toko ini milik Fahrul Firman bin H Ibo. pada hari minggu 23 April.
Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto didampingi Wakapolres Jeneponto, A Limpong, Kabag Ops, Kompol A Arifin, dan Kabag Humas Polres Jeneponto, AKP Wahyu Regama, kepada wartawan di ruang rapat Polres Jeneponto, Senin (24/4), mengatakan, pupuk diduga palsu yang disita 150 jerigen di rumah produsen M Ali Daeng Eppe, Jalan Pelita Lorong 1 No 5 Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu.
Produsen pupuk bio cair popro merek Turatea yang diduga palsu, kata Hery, melanggar pasal 60 ayat (1) tentang budi daya tanaman dan pasal 37 ayat (1) UU RI No 12 tentang sistem budidaya tanaman, dengan ancaman hukuman selama lima tahun atau denda sebanyak Rp250 juta.
”Pihak kepolisian telah menyita barang bukti pupuk cair yang diduga palsu, interogasi saksi, dan interogasi terlapor,” jelas Hery Susanto.
Produsen pupuk cair bio organik popro merek Turatea, M Ali Daeng Eppe, mengatakan, dirinya tidak tahu mengapa polisi menyita pupuk yang diproduksinya. Padahal, pupuk itu untuk membantu petani lokal Jenepoto.
”Kami ada akta pendirian perusahaan CV Tiara Syam tertanggal 6 Maret 2013 oleh notaris Muh Yusran Latanrang SH. Juga ada Surat Izin Usaha Perdagangan, Surat Tanda Daftar Perusahaan, Surat Izin Gangguan (HO)/SITU yang dikeluarkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jeneponto, Hj Mernawati SIP MSI, pada 13 Maret 2017. Juga ada laporan analisis dari Sucofindo yang ditandangani Kepala Bidang Komersial 3 Sucofindo, R Sri Dewi pada 14 Januari 2017. Jadi apanya yang dipersoalkan. Saya juga belum pasarkan keluar daerah Jeneponto karena saya belum kantongi izin dari Kepala Disperindag Provinsi Sulsel. Makanya, produk kamu jual lokal Jeneponto saja,” tegas Muh Ali Daeng Eppe.
Lanjut Daeng Eppe mengungkapkan, dirinya adalah alumni Fakultas Kimia di IKIP kini UNM Makassar. ”Sekarang saya sebagai guru kimia di SMA Negeri 2 Arungkeke Kabupaten Jeneponto selama 24 tahun. Dan belum ada laporan kerugian dari masyarakat petani. Dan saya sudah buktikan di tanaman tomat, cabe, dan pare. Semua hasilnya sangat baik,” jelas Muh Ali Daeng Eppe. (krk/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top