Polisi Tembak Mati Tahanan yang Kabur – Berita Kota Makassar
Headline

Polisi Tembak Mati Tahanan yang Kabur

SOPPENG, BKM — Tindakan tegas diambil tim khusus Polres Soppeng. Mereka menembak mati Supianto alias Anto (33), warga Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau. Anto merupakan satu dari tiga tahanan yang kabur dari rutan kelas IIb Watansoppeng, Senin (10/4) lalu.
”Anggota terpaksa menembaknya, karena dia berusaha melawan petugas. Saat dilakukan penangkapan, dia mengambil senjata rakitan yang disimpan di bawah bantalnya,” terang Kapolres Soppeng AKBP Dodied Aji, Selasa (25/4).
Supianto bersama dua tahanan lainnya, yakni Mulyadi (31) dan Bakri (28) kabur dari rutan dengan cara melubangi pintu menggunakan gunting dan pisau. Bandar sekaligus pengguna narkoba tersebut tertangkap tim khusus yang dipimpin Aiptu Asdar, Selasa subuh (25/4) pukul 05.15 Wita.
Keberadaan Supianto terendus aparat ketika tengah bersembunyi di tengah hutan Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Tim gabungan Polres Soppeng yang terdiri dari Satuan Reskrim dan Satnarkoba langsung melakukan penyisiran di lokasi tersebut.
Benar saja. Supianto diketahui bersembunyi di rumah kebun dalam hutan Desa Cendana. Ketika polisi tiba, ia tengah tertidur.
Saat hendak ditangkap, tiba-tiba Supianto terbangun. Melihat ada petugas dan hendak menangkapnya, dengan gesitnya Supianto mengambil senjata rakitan yang disimpannya di balik bantal. Selanjutnya mengarahkan ke salah seorang polisi.
Melihat gelagat yang membahayakan, polisi langsung mengarahkan moncong pistolnya ke arah Supianto. Akhirnya, dua peluru bersarang di tubuhnya. Satu di bagian dada. Satunya lagi pada kaki. Diapun langsung jatuh tersungkur bersimbah darah.
”Dia (Supianto) meninggal di perjalanan. Terpaksa ditembak karena sudah membahayakan keselamatan anggota yang melakukan penangkapan,” terang Dodied.
Perjalanan dari lokasi penangkapan memang cukup jauh. Kondisi jalannya begitu ekstrim. Hal ini membuat nyawa Supianto tak bisa diselamatkan ketika hendak dievakuasi.
Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Palopo untuk divisum. Kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
Saat ini polisi masih mengejar dua tahanan yang masih kabur. Selaku kapolres, Dodied meminta keduanya untuk secepatnya menyerahkan diri. Sebab pihaknya akan terus melakukan pengejaran hingga menemukan keduanya.
Dihubungi terpisah, kemarin,Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengaku telah menerima informasi pengungkapan kasus yang dilakukan tim khusus Polres Soppeng. ”Polisi terpaksa menembaknya karena mencoba menyerang petugas saat digerebek. Senjata rakitan yang digunakan diarahkan ke salah seorang polisi bernama Bripka Dedi Indra Wijaya,” terang Dicky.
Beruntung, aksi nekat Anto berhasil dihentikan ketika Aiptu Asdar melihat anggotanya terancam. Dengan cepat ia menarik pelatuk pistol yang dibawanya dan menyasar dada Anto. ”Sempat dievakuasi ke rumah sakit. Namun meninggal di perjalanan,” jelas Kabid Humas lagi.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Masing-masing senpi rakitan lengkap dengan empat butir amunisi kaliber 38. Ada pula sebilah badik berukuran 30 cm.
Kepala Rutan Klas IIb Watansoppeng Faizal, menjelaskan Supianto dan Mulyadi adalah tahanan kasus narkoba. Sementara Bakri terjerat kasus pelecehan seksual.
”Ketiganya kabur dari tahanan dengan cara membobol tembok dinding. Ukurannya 30-40 cm dengan ketebalan 25 cm. Mereka menggunakan gunting, besi dan pisau cutter,” jelas Faizal, kemarin.
Mereka berhasil kabur di saat petugas jaga lengah. Saat itu penjaga tahanan sibukmengurus distribusi air di dalam rutan. Karena air untuk kebutuhan di rutan tidak mengalir.
Setelah berhasil membobol dinding dekat pemukiman warga, selanjutnya ketiga tahanan itu memanjat tembok setinggi empat meter dengan menggunakan sarung sepanjang enam meter sebagai alat bantu. Mereka kemudian kabur
Atas kejadian itu, pihaknya kemudian berkordinasi dengan Polres Soppeng untuk membantu melakukan pengejaran terhadap ketiga tahanan yang kabur. (ono-ish/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top