Headline

Haris: Kalau Ada Utang Pajak, Harus Diselesaikan

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta agar kewajiban pajak Koperasi Karyawan Tirta Sejahtera PDAM Kota Makassar segera diselesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut.
”Memang harus diselesaikan itu. Apalagi masalah pajak. Tanya dirutnya, apa sikapnya,” kata Danny singkat, kemarin.
Dirut PDAM Kota Makassar Haris Yasin Limpo mengaku tak ingin terlalu jauh mencampuri urusan Koperasi Tirta Sejahtera. Meskipun koperasi memiliki pengurus dan anggota dari jajaran PDAM, namun dirinya tidak memiliki kekuatan untuk mengaturnya.
”Kita tidak bisa masuk dan mengatur itu koperasi. Karena ada badan hukumnya. Sama kalau koperasi itu perusahaan dari luar PDAM, meskipun anggota dan ketua koperasi adalah karyawan kita,” jelas Haris, Selasa (25/4).
Disinggung soal pajak yang membelit koperasi senilai Rp8 miliar, Haris menyerahkan ke masing-masing pihak untuk penyelesaiannya. ”Saya serahkan saja sama orangnya pajak, apa yang akan dilakukan. Itu urusan koperasi untuk menyelesaikan. Kalau memang ada utang pajak, pihak pajak bicarakan dengan pihak koperasi untuk dituntaskan. Kita tidak tahu juga apa yang ada di koperasi. Yang kita tahu pegawai kita ada disana. Jadi intinya, Koperasi Tirta Sejahtera tidak ada kaitannya dengan PDAM Kota Makassar,” terang Haris lagi.
Di tempat terpisah, Selasa sore (25/4), Kepala Badan Pengawas PDAM yang juga Sekretaris Kota Makassar Ibrahim Saleh mengumpulkan jajaran direksi PDAM. Diantaranya Dirut Haris Yasin Limpo serta Kabag Umum dan Kepegawaian yang juga Ketua Koperasi Tirta Sejahtera Ayyub. Pertemuan berlangsung di ruang kerja sekkot lantai 9 kantor wali kota.
Sekkot yang karib disapa Ibe mengatakan, pertemuan di ruang kerjanya bukan untuk membahas hal-hal penting yang menyangkut perusda milik Pemkot Makassar. Lebih sekadar berkumpul menikmati teh dan ajang untuk silaturahmi di sore hari.
“Bukanji kegiatan apa-apa tadi itu. Cuma ngumpul-ngumpulji sambil ngeteh. Tidak pentingji juga diekspose itu. Tapi tidak tahu kalau kau deh. Sudahmi dulu, nah,” tutur Ibe.
Menyusul mencuatnya kasus pajak di Koperasi PDAM, komisi B DPRD Kota Makassar berencana melakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi. ”Kita baru tahu itu, dek. Kaget juga dengar ada tunggakan pajaknya sampai Rp8 miliar. Itu harus dibayar,” kata Ketua Komisi B H Yunus di gedung DPRD, kemarin.
Hal senada disampaikan Mesakh Raymond Rantepadang, Sekretaris Komisi B. Ia mendesak agar nominal tersebut segera diselesaikan. ”Saya juga kaget kenapa bisa sebesar itu. Mau tidak mau harus dibayar, karena bisa menjadi masalah hukum nantinya,” tandasnya.
Dari pantauan BKM, kemarin, Koperasi Karyawan PDAM Tirta Sejahtera yang berada di bawah tower PDAM Kota Makassar di Jalan Dr Sam Ratulangi, suasananya nampak sepi. Hanya sesekali pegawai PDAM terlihat masuk ke dalam koperasi yang menjual aneka jenis makanan ringan dan minuman dingin.
Dalam koperasi terlihat dipadati aneka bahan kebutuhan sehari-hari. Mulai dari beras, telur, kecap dan mie instan. Selain untuk dipinjamkan ke anggota koperasi, barang tersebut juga dapat dijual diluar dari anggota koperasi.
“Kita di koperasi ini tidak melayani pinjaman uang tunai. Kita cuma kasih pinjaman sembako, seperti beras dan telur. Kebutuhan sehari-hari untuk rumah tangga. Itupun kita kasih khusus untuk pegawai PDAM. Kalau Kalau untuk orang luar, kita tidak kasih,” ucap salah seorang staf Koperasi, kemarin.
Pegawai tersebut mengakui, hampir seluruh pegawai PDAM Kota Makassar sudah masuk sebagai anggota Koperasi Tirta Sejahtera. Setiap bulan karyawan yang mengambil barang di koperasi dipotong secara langsung gajinya sesuai dengan besaran harga barang yang diambil.
“Setiap bulan itu anggota yang ambil barang dipotong langsung gajinya. Berapa besaran harga barang, begitu juga yang dipotong. Tapi adaji yang dibilang dicicil,” terangnya.
Dari undangan yang beredar di kalangan anggota, rencananya koperasi akan menggelar rapat anggota tahunan (RAT) hari ini, Rabu (26/4). Bertempat di aula kantor PDAM. (arf-ita/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top