329 Kios Pasar Disegel Paksa – Berita Kota Makassar
Sulselbar

329 Kios Pasar Disegel Paksa

SIDRAP, BKM — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidrap menyegel sebanyak 329 fasilitas pasar di tiga titik yakni Rappang, Tanru Tedong dan Pangkajene.

Penyegelan tersebut terdiri dari 46 kios, 121 lods, dan 272 pelataran. Hal itu dilakukan karena pengguna fasilitas pasar itu tidak membayar retribusi tahunan sesuai Perda nomor 13 tahun 2011.
“Tunggakan retribusi tahunan pasar 2016 mencapai Rp491.985.999 dari 329 pengguna fasilitas di tiga pasar yakni Rappang, Tanru Tedong, dan Pangkajene,” kata Kepala Dinas Perdagangan Sidrap, Wahyudin melalui Kabid Pengelolaan Pasar, Ahmad, Selasa, (25/4).
Ahmad mengatakan, penyegelan itu dilakukan sejak 17 hingga 22 April lalu. Ia merincikan, di pasar Rappang ada sekitar 234 fasilitas yang disegel atau ditutup paksa karena tunggakan retribusinya mencapai Rp328.993.555.
Sedangkan di pasar Tanru Tedong ada sekitar 71 fasilitas di segel karena menunggak pembayarannya sebanyak Rp54.916.175. Begitu juga dengan penggunaan fasilitas pasar di Pangkajene yang disegel sekitar 134 dengan tunggakan Rp108.076.274.
Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, Faisal Nur menambahkan, para pengguna fasilitas pasar yang di segel itu juga dikenakan sanksi yaitu denda 2 persen setiap bulan dari tanggal jatuh temponya pembayaran retribusi tahunan atau per tanggal 31 September setiap tahunnya.
Tak hanya itu, bagi pengguna fasilitas pasar yang tidak membayar retribusi tahunannya selama tiga tahun berturut-turut, maka akan diberikan sanksi pemutusan hak pakai.
“Sebelum pemutusan hak pakai ini. Kita terlebih dahulu memediasi apakah pengguna masih sanggup atau tidak. Jika sudah tidak sanggup membayar retribusi maka dibuatlah surat pernyataan pengunduran diri,” ucapnya.
Dia mengatakan setelah penyegelan di lakukan oleh Dinas Perdagangan baru ada sekitar Rp105 juta uang retribusi yang masuk dari pengguna fasilitas pasar yang telah disegel itu.
Uang yang masuk terdiri dari pasar Rappang sebanyak Rp72 juta lebih, 26 juta dari Pasar Pangkajene, dan Rp7 juta dari pasar Tanru Tedong.
Menurutnya, pembayaran retribusi tersebut sangat dibutuhkan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kemajuan pembangunan di Bumi Nene Mallomo ini.
Ia juga mengklaim masih banyak fasilitas kosong di tiga pasar ini yang belum digunakan warga. Untuk pasar di Tanru Tedong masih ada 274 fasilitas kosong.
Sedangkan di Pasar Pangkajene ada sekitar 534 fasilitas kosong. Begitu pula dengan pasar Rappang, jumlah fasilitas yang masih kosong di sana ada sekitar 307. (ady/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top