Sulselbar

Tak Mau Dibilang PHP, Kades Protes Dinsos

JADI POLEMIK -- Para Kades saat meminta klarifikasi ke Dinas Sosial terkait adanya data raskin yang baru, yang banyak menimbulkan polemik di masyarakat

SOPPENG, BKM — Data Raskin tahun 2017 dinilai paling amburadul. Hanya dalam empat bulan data raskin yang diterima dari Dinas Sosial Kabupaten Soppeng berubah baik dari aspek kuota maupun penerima.
Padahal data 2017 sebelumnya ada beberapa desa yang sudah tetapkan melalui musyawarah desa dan kelurahan. Bagi desa/kelurahan yang sudah menetapkan melalui peraturan desa tinggal menunggu pendistribusiannya.
Tapi ironisnya belum sempat didistribusikan oleh Dolog justru muncul lagi data baru 2017 yang menurut Kadis Sosial H Nurdin bahwa data tersebut dari TNP2 K.
Kondisi inilah yang membuat para Kades/Lurah kelimpungan. Apalagi mereka sudah terlanjur menyampaikan hal tersebut kepada warganya bahwa mereka adalah penerima raskin sesuai hasil musyawarah desa atau lurah yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
Petugas Raskin di Timusu Kecamatan Liliriaja Rusmina mengakui beban berat untuk menyampaikan ke masyarakat. Apalagi warga juga sudah menerima kuisioner dari Dinas Sosial Soppeng.
”Aneh memang raskinnya belum datang tapi data penerima berubah lagi. Pemdes terkesan hanya memberi harapan palsu
Sementara itu Kepala Bapelitbang Kabupaten Soppeng Drs Diva yang mengetahui persis data yang baru ini, karena pihaknya yang langsung terima daftar kuota tersebut dari TNP2K.
”Kami ikut dengan carut-marutnya data yang apalagi sering berubah-ubah. Namun hal ini menjadi kewenangan dari TNP2 K yang menfalidasi data,” jelasnya. (fir/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top