Polisi Segel Pabrik Pupuk Oplosan di Somba Opu – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Polisi Segel Pabrik Pupuk Oplosan di Somba Opu

BKM/SAR PERIKSA -- Sejumlah petugas sedang memeriksa pupuk yang diduga hasil oplosan saat ditumpuk di gudang penampungan.

GOWA, BKM — Setelah pihak Polda Sulsel mengungkap kasus dugaan pengoplosan dan pemalsuan pupuk di Kabupaten Gowa yang selama ini beredar di Sulawesi Selatan. Kini, Polda melanjutkan dengan menyegel sebuah pabrik pupuk oplosan yang berada di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Rabu (19/4), tim Polda melakukan razia sekaligus penyelidikan terkait keberadaan pabrik yang menyimpan ratusan ton pupuk oplosan jenis Popro dan Super Kompos itu.
Polisi juga akan menyidik pemilik Agen Penyalur ‘UD Harapan Tani’, yakni Sampara Dg Lalang yang mengaku memperoleh pupuk tersebut dari produsen bernama Muhammad Basri. ”Polisi telah menyegel pabrik tersebut untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan,” kata Brigjend Pol Gatot Eddy Pramono, Wakapolda Sulsel.
Saat ini, kata dia, pihak kepolisian sementara melakukan pemeriksaan terhadap pupuk oplosan atau palsu itu di Laboratorium Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. ”Kita lewati dulu prosedur, masih proses penyelidikan lanjut penyidikan baru kita tetapkan pelaku itu sebagai tersangka,” kata Gatot Eddy Pramono.
Dugaan pembuatan pupuk dan pengoplosan tersebut, katanya, akan dikenakan Pasal 60 ayat (1) huruf (F) jo Pasal 37 ayat (1) UU RI No 12 Tahun 1992. ”Ini juga merupakan pelanggaran perlindungan konsumen. Pelaku nantinya akan diancam kurangan lima tahun penjara, dengan denda 5 milyar rupiah,” katanya lagi.
Pupuk oplosan ini dikemas dalam bungkusan plastik dengan berat setiap kemasan 1 kilogram dan kemudian dijual Rp2.700 per Kg. Sementara merek super Kompos dijual dengan harga Rp1.600 per Kg. ”Kedua jenis pupuk oplosan ini sangat merugikan petani. Karena kandungan mineralnya tidak sesuai komposisi ataupun mutu dari barang tersebut,” tegas Wakapolda.
Uvan Shagir, Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, menegaskan, pupuk oplosan ini sangat merugikan petani. Pupuk tersebut sama sekali tidak memberi manfaat apa-apa bagi tanaman. Bahkan cenderung menurunkan produksi panen baik itu padi maupun jagung dan juga memberi kerugian besar bagi petani.
Uvan juga menambahkan, pemilik toko selaku agen penyalur berisial HL maupun pengoplos berisial SL tidak pernah melaporkan perpanjangan izin usahanya. Padahal seharusnya harus dilaporkan satu kali dalam lima tahun. ”Ini sudah 11 tahun tidak dilaporkan,” ujarnya. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top