Lutra Peroleh Bagi Hasil Pajak Rp33 M – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Lutra Peroleh Bagi Hasil Pajak Rp33 M

IST PAJAK-Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR memberikan materi pada sosialisasi pajak daerah di Luwu Utara.

MASAMBA, BKM — Kabupaten Luwu Utara melalui Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Luwu Utara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, pada tahun anggaran 2016 menerima pendapatan dari bagi hasil pajak sebesar Rp33 miliar lebih.

Pajak tersebut terdiri dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan pajak air permukaan, serta pajak rokok.
Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi Pajak Daerah di Hotel Yuniar, Masamba, Kabupaten Luwu Utara baru-baru ini. Kegiatan diikuti unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, diler kendaraan bermotor, organisasi kemasyarakatan, dan para wajib pajak kendaraan bermotor.
Sosialisasi dibuka Kepala Badan Pendapatan Provinsi Sulsel Drs H Tautoto TR,MSi. Hadir Kepala UPT Pendapatan Wilayah Luwu Utara Drs A Azikin,MM. Kanit Regident Samsat Polres Luwu Utara Iptu Yuntung Tangkelangi, SH. Perwakilan Jasa Raharja dan aparat UPT Pendapatan Wilayah Lutra.
Data Bapenda Sulsel menyebutkan, Rp33 miliar bagi hasil pajak yang diterima Kabupaten Luwu Utara tahun anggaran 2016 terdiri dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor sebesar Rp10,782 miliar. Pajak kendaraan bermotor Rp7,481 miliar. Bea balik nama kendaraan bermotor Rp8,003 miliar. Pajak air permukaan Rp69,334 juta, dan pajak rokok Rp7,496 miliar.
Kepala Bapenda Sulsel menjelaskan pihaknya telah melakukan banyak terobosan untuk memanjakan wajib pajak di Kabupaten Luwu Utara. Sehingga tak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak.
“Layanan unggulan kami untuk memanjakan wajib pajak di Sulsel. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak,” ujar Toto.
Pajak daerah yang dikelola UPT Pendapatan Wilayah Luwu Utara akan dibagikan kembali kepada pemerintah kabupaten/ kota untuk digunakan membangun daerah masing-masing.
Dalam APBD Sulsel tahun 2017, kata Tautoto, telah ditetapkan target penerimaan sebesar Rp8,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp3,7 triliun diantaranya merupakan pendapatan asli daerah (PAD), atau 37,23 persen dari total APBD Sulsel.
”Realisasi penerimaan PKB Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp1,02 triliun atau 102,08 persen, dari target yang ditetapkan sebesar Rp1 triliun. Ini semua bisa dicapai berkat partisipasi masyarakat wajib pajak secara keseluruhan,” ujar Tautoto.
Tautoto juga menyampaikan terima kasihnya atas pembayaran pajak yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2016. Realisasi penerimaan PKB sebesar Rp47.982.099.692 atau mencapai 105,02 persen, dari target Rp45.688.700.000. Sementara BBKB sebesar Rp40.809.918.500 atau 99,64 persen dari yang direncanakan sebesar Rp 40.956.500.000.
Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting dan rutin dilakukan setiap tahun. Tujuannya untuk memberi pemahaman yang sama kepada wajib pajak. Khususnya tentang ketentuan-ketentuan pajak daerah. Apalagi dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Kepala Unit Pelaksana Pendapatan Wilayah Luwu Utara Bapenda Sulsel A Aziki dalam materinya, antara lain mengatakan landasan hukum pemungutan pajak daerah adalah Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Serta Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No 10 tahun 2012 tentang Pajak Daerah dan Peraturan Daerah Provinsi Sulsel No 8 Tahun 2013 tentang Pajak Rokok. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top