Headline

Pilot Sesak Nafas, Pesawat Menteri dan SYL Mendarat Darurat

SENGKANG, BKM — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo, Rabu (19/4). Kunjungan kerja dua tokoh itu dalam rangka menyaksikan langsung pengalihan aliran air Sungai Gilireng ke dua unit terowongan yang telah dibuat untuk pembangunan bendungan Passelorang.
Menteri dan gubernur menumpang pesawat kecil yang sudah dipesan khusus pihak Wijaya Karya. Rombongan kecil berjumlah enam orang. Yakni menteri, gubernur, anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Gerindra Andi Irwan Aras, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), serta Pelaksana Tugas (Plt) Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devy Khadaffi.
Dalam perjalanan ke Kabupaten Wajo, terjadi sebuah peristiwa cukup dramatis. Pilot yang menerbangkan pesawat tiba-tiba sesak nafas dan dadanya terasa sakit. Tentu saja, kejadian itu membuat seisi pesawat jadi panik.
Seperti yang dituturkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, sesaat setelah tiba di lokasi acara. Menteri PUPR berinisiatif untuk memberi pertolongan pada sang pilot. Orang nomor satu di Kementerian PUPR itu memberi pijatan ke sang pilot.
“Beruntung kita punya menteri yang sigap memberi bantuan ke sang pilot. Kami juga tidak boleh panik,” ungkap Syahrul.
Dengan cepat diputuskan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pesawat harus mendarat darurat di Kota Parepare.
Koordinasi pun dilakukan dengan Pemkot Parepare untuk mempersiapkan ambulans dan peralatannya. Begitu mendarat, sang pilot langsung ditandu dan dibantu alat pernapasan untuk selanjutnya dilarikan ke rumah sakit.
Pesawat pun diganti. Pihak Protokol Pemprov Sulsel pun diminta untuk mengganti pesawat dengan milik TNI Angkatan Udara.
Awalnya, sang pilot diduga terkena serangan jantung. Namun setiba di Wajo, gubernur mendapat laporan dari Parepare jika yang bersangkutan sesak nafas akibat penyakit bronchitis yang dideritanya kambuh.
Rombongan pun menggunakan helikopter jenis jet Puma milik TNI angkatan udara dengan nomor seri H. 3214.
Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Gerindra Andi Irwan Aras yang masuk dalam rombongan, mengakui jika perjalanan sedikit terganggu dengan adanya insiden tersebut. Namun karena keinginan kuat dari menteri dan rombongan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Wajo karena masyarakat di sana sudah menanti, merekapun memutuskan melanjutkan perjalanan dengan mengganti pesawat.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rachmat Latief mengemukakan, berdasarkan hasil pantauannya, pilot helikopter yang mendaratkan pesawatnya secara darurat di Parepare, Capten Warinto (63), kondisinya sudah membaik.
Dia menegaskan, pilot tersebut tidak terkena serangan jantung. Melainkan radang paru akut yang menyebabkan sesak nafas.
“Kami luruskan, bahwa pilot tersebut bukan mengalami serangan jantung. Tapi radang paru akut yang menyebabkan sesak nafas akut,” jelasnya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top