Sulselbar

Harga Jagung Naik, Peternak Merugi

MERUGI -- Aktifitas bongkar muat telur ayam ras dan itik di Terminal, Pangkajene, Sidrap. Saat ini para peternak ayam ras merugi akibat pakan ayam naik.

SIDRAP, BKM — Naiknya harga pakan ayam khususnya jagung dalam beberapa hari terakhir ini membuat peternak di beberapa daerah di Kabupaten Sidrap menjerit.
Hal itu dikarenakan adanya perusahaan besar di Sidrap yakni PT Japfa dan PT Pochpand diduga melakukan pembelian jagung besar-besaran langsung ke petani dengan harga tinggi.
Akibatnya, pihak peternak ayam ras di daerah ini mengeluh, lantaran tidak bisa mengimbangi harga pembelian jagung yang ditawarkan kedua perusahaan raksasa tersebut.
Abdul Rahman, salah seorang seorang peternak ayam ras di Sidrap mengaku, lonjakan harga jagung dewasa ini sudah tiga kali mengalami kenaikan harga selama April 2017 karena permainan tengkulak.
“Harga jagung mulai naik pada 4 April kemudian disusul tanggal 12 dan terakhir 18 April (kemarin, red) kembali melonjak,” ujar Rahman, di Cafe Sweetness, Pangkajene, Selasa, (18/4).
Ia menjelaskan, pada 4 April, harga jagung di tingkat petani Rp4.000 per kilogram (kg). Kemudian di tanggal 12 April naik lagi menjadi Rp4.050 per kilo. Pada 18 April meningkat menjadi Rp4.125 per kilogram.
Peternak lainnya Ismail berharap Pemkab turun tangan untuk menstabilitaskan harga jagung ini.
“Kami sudah cukup mengalami kerugian dengan menurunnya produksi telur saat ini akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu. Ditambah lagi dengan harga jagung yang terus meningkat,” ucapnya.
Terpisah, Kabag Ekonomi Sekkab Sidrap, Ambo Ela mengatakan, persoalan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait.
“Betul, sudah ada laporan masuk kepada kami mengenai kenaikan harga jagung yang berimbas meruginya sejumlah peternak ayam ras di Sidrap karena tidak bisa mengimbangi harga jual beli pakan ayam mereka dengan menurunnya produksi telur,” ucapnya. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top