Berita Kota Makassar | Canangkan Kabupaten Mandiri Benih Padi
Headline

Canangkan Kabupaten Mandiri Benih Padi

Ir H Andi Mudzakkar,MH Bupati Luwu

KEPEDULIAN Bupati Luwu Andi Mudzakkar terhadap sektor pertanian sangatlah besar. Hal itu sangat beralasan, karena 80 persen rakyat yang dipimpinnya saat ini menggantungkan hidup dari bercocok tanam.
Salah satu program unggulan bupati dua periode ini di tahun 2017, yakni mencanangkan Luwu sebagai kabupaten mandiri benih bibit padi. Program ini merupakan salah satu upaya mendukung swasembada pangan melalui peningkatan penanaman padi di areal persawahan dengan menyiapkan bibit padi secara mandiri, tanpa tergantung suplai dari daerah lain.
Program mandiri benih di Kabupateh Luwu menjangkau seluruh wilayah pedesaan. Caranya dengan membuat model penangkaran benih sesuai lahan sawah milik petani.
Untuk mendukung program ini tentu dibutuhkan koordinasi, monitoring dan evaluasi agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan terus disempurnakan sehingga di lapangan diperoleh hasil yang maksimal.
Dari evaluasi dan monitoring serta observasi yang dilakukan di lapangan, kelompok tani dan para petani pelaksana kegiatan program mandiri benih ternyata memperoleh banyak manfaat. Diantaranya, selain dapat memenuhi kebutuhan benih petani, kelebihan hasil benih juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani di kabupaten tetangga.
Para petani Luwu juga dapat menimba ilmu pengetahuan dan pemahaman terkait pelaksanaan program mandiri benih. Sehingga kelal mereka dapat diuntungkan ketika mandiri benih sudah terlaksana. Penjualan benih padi menjadi sumber pendapatan baru bagi petani, karena bisa menjualnya ke petani lain di kabupaten tetangga.
Bupati yang akrab disapa Cakka ini menambahkan, keuntungan lain dari program mandiri benih bisa dilihat dari pemenuhan kebutuhan benih padi untuk kebutuhan petani Luwu dan petani sekitarnya yang lebih bisa mengakomodir kebutuhan spesifik kebutuhan tersebut.
Varietas yang ditanam pada program mandiri benih tiap unitnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan petani Luwu. Misalnya Inpari 30, Ciherang ataupun IPB 3S. Termasuk benih Sawerigading produk Dinas Pertanian, dan lain-lain sesuai yang disenangi dan cocok untuk lahan pertanian.
”Bila mendatangkan benih antarkabupaten, bahkan antarprovinsi, dari segi varietas, waktu dan harga yang diharapkan para petani belum tentu sama,”’ tuturnya.
Dari segi waktu, kata Cakka, yang diinginkan para petani tentunya dalam proses program mandiri benih, yakni lebih mudah menjadwalkannya. Karena dalam kegiatan pertemuan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BP3K) disepakati akan dilaksanakan pertemuan yang rutin. Melibatkan penyuluh pertanian, pengawas benih tanaman, pengamat organisme pengganggu tanaman, ketua kelompok tani, dan lain-lain yang terlibat dalam kegiatan pertanian.
Pembicaraannya seputar pelaksanaan pertanian yang sedang berlangsung ataupun yang akan dilaksanakan. Pada kesempatan
itulah ketua kelompok tani mengajukan rencana kebutuhan benih untuk pertanaman berikutnya. Sehingga rencana tanam dari kegiatan program mandiri benih dapat menjadwalkannya. Sehingga kebutuhan benih yang akan datang dapat terpenuhi sesuai waktu, jumlah, varietas, mutu, tempat dan harga yang tepat.
Memang, Cakka menyadari bahwa untuk memenuhi harapan kinerja dari kegiatan Seribu Desa Mandiri Benih tersebut (kepada pelaksana/kelompok tani) diperlukan bimbingan, arahan, masukan dari petani. Utamanya yang berhasil dalam penangkaran benih, petugas pertanian (PBT, PPL, POPT) dan lain-lain yang dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan kegiatan program mandiri benih.
Menurut Andi Cakka, permasalahan yang dihadapi para petani padi setiap saat musim tanam adalah ketersediaan benih yang kurang. “Setiap kali musim tanam tiba, kita sudah menanam baru benihnya datang. Karena itu saya minta Dinas Pertanian mendata luas wilayah persawahan di setiap kecamatan untuk dibantu melalui program mandiri benih,” jelas Cakka.
sebagai orang nomor satu di Kabupaten Luwu, iapun berjanji akan mengucurkan berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk menyukseskan program mandiri benih.
“Berapapun anggaran yang dibutuhkan saya siapkan. Mau Rp2 miliar. Rp3 miliar atau Rp4 miliar, kita akan kasih,” katanya dengan mimik serius.
Nantinya, benih padi yang dihasilkan petani dari program benih mandiri akan dibeli langsung oleh Dinas Pertanian dengan harga tinggi. Kemudian dibawa ke balai benih di Maros untuk disertifikasikan.
”Kita sudah banyak kali menggelar tudang sipulung dan sarasehan membahas waktu tanam dan cara penggunaan dosis pupuk untuk penanaman padi. Saya berharap pencanangan mandiri benih padi ini dapat menyelasaikan salah satu permasalahan utama pertanian, yakni kurangnya ketersediaan dan rendahnya kualitas benih padi. Karena menyebabkan produksi padi petani stagnan bahkan menurun,” terangnya lagi.
Selain program mandiri benih padi, Cakka menunjukkan kepeduliannya kepada petani dengan menyalurkan 1.000 unit traktor tangan. Bantuan tersebut dikucurkan dalam rentang waktu dua periode kepemimpinannya.
Digelontorkan pula benih padi gratis buat petani. Pencetakan sawah baru di berbagai desa dan kecamatan. Juga membentuk brigadi tanam petani.
Program itupun berhasil menggenjot produksi pertanian di Luwu. Saat ini satu hektare sawah mampu menghasilkan padi 7 hingga 8 ton. (irwan musa)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top